Update Dampak Banjir Lereng Slamet Pemalang: Ribuan Warga Masih Mengungsi

Update Dampak Banjir Lereng Slamet Pemalang: Ribuan Warga Masih Mengungsi

Robby Bernardi - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 10:34 WIB
Penampakan dampak banjir bandang di Kecamatan Pulosari, Pemalang yang berada di lereng Gunung Slamet, Kamis (29/1/2026).
Penampakan dampak banjir bandang di Kecamatan Pulosari, Pemalang yang berada di lereng Gunung Slamet, Kamis (29/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

BPBD Pemalang menyampaikan data terkini dampak bencana banjir bandang di Lereng Gunung Slamet. Tercatat ribuan orang masih mengungsi, puluhan rumah, dan puluhan jembatan rusak akibat banjir tersebut.

Diketahui banjir menerjang Kecamatan Pulosari dan sekitarnya pada Sabtu (25/1) dini hari. Per Rabu (28/1) pukul 18.00 WIB, tercatat 732 keluarga atau 2.277 masih berada di pengungsian.

"Data tercatat pada Rabu Sore (28/01) pukul 18.00 wib, ada 2,2 ribuan warga mengungsi. Data sebelumnya mencapai 2,4 ribu warga mengungsi," kata Juru Bicara BPBD Pemalang, Misdiyanto pada Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kecamatan Pulosari, pengungsi menempati beberapa lokasi, yakni Gedung Aula NU sebanyak 160 jiwa, ruangan TK 302 jiwa, ruang BLK 51 jiwa, serta Kantor Kecamatan Pulosari 178 jiwa.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pengungsi warga Desa Penakir juga tersebar di sejumlah titik pengungsian di beberapa dusun. Di antaranya, di Dusun Wanasari pengungsi tersebar di Musala Baiturrahim sebanyak 417 jiwa, Musala Baituttaqwa 179 jiwa, serta Musala Batusalam RT 28 sebanyak 144 jiwa.

Di Dusun Sawangan, Desa Penakir, pengungsi berada di TPQ Al Hikmah RT 20 sebanyak 198 jiwa, masjid lama 152 jiwa, dan masjid baru Baitul Hikmah 194 jiwa.

Untuk Dusun Sarangan, pengungsi terpusat di TPQ RT 15 sebanyak 473 jiwa, yang merupakan gabungan warga dari RT 18 (65 KK), RT 17 (76 KK), dan RT 16 (28 KK). Selain itu terdapat pengungsi di Puskesmas Pulosari sebanyak 2 jiwa dan di Sima Gintung 27 jiwa.

"Guna memenuhi kebutuhan logistik, sejumlah dapur umum telah didirikan tersebar di beberapa titik," ungkapnya.

Dapur umum ini, di antaranya di Gedung NU Pulosari dengan kapasitas 300 porsi masakan, Kantor Kecamatan Pulosari 1.000 porsi, PMI Desa Penakir 500 porsi, TPQ Syafaatul Quran 473 porsi, Sima Gintung 170 porsi, Dapur Umum Muhammadiyah 200 porsi, serta Dapur DA Peduli 556 porsi. Total produksi makanan dari seluruh dapur umum mencapai 3.199 porsi.

Puluhan Rumah dan Jembatan Rusak

"Selain pengungsian, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah desa di wilayah Pulosari dan Moga," ucapnya.

Secara keseluruhan, total kerusakan yang terdata meliputi 82 rumah, 33 jembatan, 2 bendungan, 3 sekolah, dan 2 tempat ibadah. Berikut rinciannya

  • Desa Penakir, tercatat 1 orang meninggal dunia, 2 luka berat, 25 rumah rusak, 11 jembatan rusak, 1 sekolah, dan 1 tempat ibadah terdampak.
  • Desa Gunungsari terdapat 2 jembatan rusak.
  • Desa Jurangmangu mengalami kerusakan 1 jembatan.
  • Desa Clekatakan tercatat 8 rumah rusak, 1 jembatan, 1 sekolah, dan 1 tempat ibadah terdampak.
  • Desa Batursari mengalami kerusakan 3 jembatan.
  • Desa Karangsari terdapat 1 jembatan dan 2 bendungan rusak.
  • Desa Nyalembeng tercatat 1 rumah rusak, 8 jembatan, serta 1 sekolah terdampak.
  • Desa Pulosari mengalami kerusakan 1 jembatan.
  • Desa Sima menjadi salah satu wilayah terdampak cukup berat dengan 48 rumah dan 5 jembatan rusak.

"Sejak kemarin, tim relawan gabungan bersama warga desa tengah membersihkan material yang terbawa banjir bandang, baik lumpur, bebatuan maupun batang pohon di lokasi akses jalan maupun rumah-rumah," tambahnya.

BPBD bersama relawan dan lintas instansi masih terus melakukan pendataan lanjutan, penanganan pengungsi, serta distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads