Upaya pencarian satu orang korban bencana tanah longsor di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, terus berlanjut. Polres Pemalang mengerahkan dua anjing pelacak (K-9) untuk membantu proses pencarian.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan pihaknya mengerahkan anjing untuk mencari Hamim (60), kakek yang dilaporkan hilang usai terjadi longsor di Watukumpul pada Minggu (25/1) lalu.
Ada dua korban dalam bencana ini, yaitu Hamim dan anaknya, Aksinudin (40). Aksinudin sudah ditemukan pada Senin (26/1) pagi dalam kondisi meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban yang belum ditemukan adalah laki-laki berinisial H (60) warga Desa Bongas, Watukumpul, Pemalang. Untuk membantu pencarian, selain anggota, kita libatkan juga K-9," Kata Rendy kepada detikJateng, Rabu (28/1/2026).
Polres Pemalang mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban longsor di Watukumpul, Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Polres Pemalang |
Rendy mengatakan, anjing pelacak K-9 adalah bagian dari Tim Siaga Bhayangkara. Anjing itu terlatih untuk mendeteksi keberadaan manusia yang tertimbun longsor.
"Anjing pelacak diterjunkan, untuk membantu proses pencarian di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tertimbun longsor," ujar dia.
Hingga pencarian hari keempat, Rabu (28/1), Tim Siaga Bhayangkara Polres Pemalang bersama tim gabungan dari Brimob, BPBD, Basarnas, Koramil, relawan, pemerintah setempat dan warga sekitar masih terkendala oleh cuaca yang kurang bersahabat.
"Cuaca masih sering mengguyur lokasi maupun daerah atasnya. Kami selalu mengimbau warga yang turut mencari korban agar berhati-hati dan mengantisipasi potensi longsor susulan, karena saat ini curah hujan masih tinggi," ucap Rendy.
Terjadi Longsor Susulan
Camat Watukumpul, Arief Rahman hakim, mengatakan pencarian korban pada hari keempat saat ini sempat terkendala hujan dan longsor susulan.
"Tim SAR dan relawan sudah ditarik ke Posko SAR Basarnas di Dukuh Siranti-Bongas karena cuaca buruk dan sempat terjadi longsor susulan," kata Arief, Rabu (28/1) sore.
Pencarian hari ini tidak hanya di lokasi timbunan longsor. Tapi juga dengan menyusuri aliran sungai.
"Telah dilakukan juga susur sungai dari punggungan air terjun hingga mendekati kawasan permukiman penduduk, tetapi hasil masih nihil. Operasi SAR rencana dilanjutkan besok. Semoga cuaca bagus," ujar dia.
Sebelumnya, USS (Unit Siaga SAR) Pemalang, Handika, menyebut Hanim diduga tertimbun tanah longsor saat beraktivitas di lahan pertaniannya pada Minggu (25/1) sekitar pukul 06.00 WIB.
"Pada Senin pagi, yang ditemukan ini anak dari survivor pertama. Itu memang niatnya untuk mengevakuasi bapaknya, tapi nahasnya dia malah juga jadi korban," kata Handika.

