Banjir merendam Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dua pekan terahir. Warga pun mulai mengeluh mengalami sakit gatal hingga diare.
Pantauan detikJateng, warga tampak antre saat Puskesmas Juwana menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di depan Balai Desa Doropayung siang tadi. Kepala Puskesmas Juwana, Endang Setiawati mengatakan warga mulai mengeluh gatal-gatal, diare, hingga batuk dan pilek.
"Kondisi warga di sini rata-rata adalah gatal-gatal, diare, ada yang pegal-pegal, terus ada yang batuk pilek," jelas Endang ditemui di lokasi, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya tim kesehatan berjaga setiap hari di Balai Desa Doropayung. Mereka memberikan bantuan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir.
"Untuk pengobatan sampai selesai banjir, setelah banjir pun kita melakukan pengobatan, kami gelar pengobatan setiap hari. Karena bidan kami melayani 24 jam," jelasnya.
Salah satu warga, Rohmat, mengaku mulai terkena penyakit gatal-gatal. Ia pun bersama anaknya mulai mendatangi posko pengobatan di Balai Desa Doropayung.
"Sakit gatal-gatal, masuk ke air pasti kena gatal-gatal. Karena banjir sudah dua minggu," jelas Rohmat ditemui di lokasi.
Ia berharap agar banjir ini segera surut. "Banjirnya cepat surut, harapannya kepada pemerintah sudah tidak ada banjir lagi," jelasnya.
Sementara itu, saat ini masih ada sebanyak 60 desa di 7 kecamatan di Pati yang terdampak banjir. Debit air mulai menyusut usai sebelumnya merendam 136 desa dari 12 kecamatan.
