Jadi Langganan Banjir, Ini Harapan Warga Pati Kepada Pengganti Sudewo

Jadi Langganan Banjir, Ini Harapan Warga Pati Kepada Pengganti Sudewo

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 22 Jan 2026 12:51 WIB
Jadi Langganan Banjir, Ini Harapan Warga Pati Kepada Pengganti Sudewo
Kondisi banjir di Desa Doropayung Juwana, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Warga Desa Doropayung Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati hampir dua pekan ini kebanjiran karena Sungai Silugonggo meluap. Kondisi itu pun dikeluhkan warga dan mereka berharap pengganti Bupati Pati, Sudewo bisa menangani banjir.

Pantauan detikJateng di lokasi, pukul 11.00 WIB genangan banjir masih merendam permukiman warga Desa Doropayung. Banjir merendam rumah dan jalanan.

Genangan banjir terpantau berangsur surut, namun di lokasi terdalam masih mencapai 50 sentimeter lebih. Warga pun sebagian masih mengungsi di Balai Desa setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di dalam rumah berangsur surut mas, di luar ini masih dalam 50 sentimeter ada, sudah dua pekan ini lah," kata salah satu warga, Sunarti ditemui di lokasi, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya banjir tahun ini begitu cepat naik. Awalnya hujan deras yang berhari-hari dan menyebabkan Sungai Silugonggo meluap ke permukiman warga.

ADVERTISEMENT

"Ini lumayan gede mas, tapi lebih gede tahun 2014 lalu, kalau di sini lama surutnya," jelasnya.

Sunarti pun merasa kecewa justru Bupati Pati Sudewo terjaring OTT oleh KPK atas kasus jual beli jabatan di tengah masyarakat yang kebanjiran. Ia pun berharap pengganti Sudewo bisa memberikan solusi untuk masalah banjir.

"Ya ini malahan ramai Bupati Sudewo kena KPK, semoga penggantinya bisa menangani masalah banjir ini," kata dia.

Senada dikatakan warga bernama Nur Rohmat. Ia menyayangkan Sudewo diduga terlibat kasus korupsi hingga akhirnya terjaring OTT KPK.

"Banjir sudah 2 minggu ini, belum juga surut ini. Ya tahu itu Bupati Pati Sudewo malah terlibat korupsi, disayangkan sih," kata Nur ditemui di lokasi.

"Di tengah kebanjiran malah korupsi," imbuhnya.

Ia berharap ke depan agar Pati memiliki pemimpin yang lebih baik dan tidak terlibat korupsi. Nur juga berharap agar banjir di desanya segera surut.

"Harapannya lebih baik lagi untuk masyarakat dan bisa mengatasi banjir, dan bisa merata pembangunan dan bantuannya," ungkap dia.

Sementara itu, masih ada 60 desa dari 7 kecamatan yang kebanjiran di Pati hari ini. Jumlah tersebut menurun semula dari 136 desa di 12 kecamatan yang kebanjiran.

"Ada 60 desa di 7 kecamatan yang kebanjiran. Semula ada 136 desa di 12 kecamatan yang banjir. Kondisinya saat ini berangsur surut," jelasnya Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Chandra berharap agar banjir segera surut serta solusi jangka panjang dapat terealisasi.

"Minta doanya untuk Kabupaten Pati, semoga banjir ini segera surut. Kami merencanakan solusi dari Pak Gubernur, dari BBWS, dari PU untuk normalisasi sungai dan pembuatan sodetan Sungai Juwana. Semoga tahun depan bisa terealisasi," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Pati, Sudewo terjaring OTT KPK pada Senin (19/1). Ia kemudian ditetapkan tersangka jual beli jabatan perangkat desa senilai miliaran rupiah.

Bersama Sudewo, KPK juga menetapkan tiga kepala desa di Pati sebagai tersangka kasus jual beli jabatan itu. Komisi antirasuah itu juga menyita uang tunai hingga Rp 2,6 miliar berkaitan dengan kasus itu.




(alg/apl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads