Cagar Budaya Rusak Terdampak Banjir Sumatera Mulai Direhab

Cagar Budaya Rusak Terdampak Banjir Sumatera Mulai Direhab

Achmad Husein Syauqi - detikJateng
Kamis, 22 Jan 2026 11:07 WIB
Cagar Budaya Rusak Terdampak Banjir Sumatera Mulai Direhab
Fadli Zon saat mengunjungi situs candi Plaosan, Prambanan, Klaten, Rabu (21/1/2026) malam. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan ada sekitar puluhan cagar budaya di Aceh dan Sumatera terdampak banjir. Saat ini, puluhan cagar budaya terdampak banjir Sumatera itu sudah mulai direhab.

"Tadi sudah kita sampaikan di DPR, cagar-cagar budaya yang terdampak akan kita perbaiki, bahkan sudah berjalan," jelas Fadli Zon saat ditanya progres perbaikan cagar budaya di Aceh dan Sumatera di sela meresmikan pengembangan situs Candi Plaosan tahap I di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu (21/1/2026) malam.

Menurut Fadli Zon, perbaikan sudah dilakukan dan sedang berjalan. Upaya pembersihan dari lumpur juga terus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembersihan lumpur dan lain-lain sudah ada laporannya juga. Itu juga sudah kita sampaikan ke DPR kemarin," lanjut Fadli Zon.

ADVERTISEMENT

Kerusakan cagar budaya itu, sebut Fadli Zon, terbagi menjadi tiga kategori yakni rusak berat, sedang dan ringan. Namun, dari laporan yang diterimanya mayoritas kerusakan hanya kategori sedang dan ringan.

"Kebanyakan hanya sedang dan ringan, kecuali Aceh Tamiang. Ya sampai situasi kondusif sambil terus kita bersihkan, misalnya museum Al Washliyah dan museum-museum lain," terang Fadli Zon.

"Jumlahnya lebih dari 100 ya kalau yang masuk cagar budaya dan yang diduga objek cagar budaya," jelas Fadli Zon.

Sebelumnya dilansir detiktravel, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut sekitar 70 cagar budaya di Aceh dan Sumatera terdampak banjir. Dia menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran dan intervensi untuk perbaikan.

Banjir yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah merusak warisan budaya di berbagai daerah di Indonesia. Fadli menjelaskan secara kelembagaan, penanganan bencana alam berada dalam portofolio kementerian dan lembaga teknis lainnya.

Dia mengatakan penanganan utama bencana, termasuk banjir, dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi terkait lainnya.

"Kalau untuk bencana itu kepada portofolio kementerian terkait seperti BNPB, Kementerian PU, dan lain-lain. Tapi yang terkait dengan cagar budaya dan museum, kita bisa melakukan efisiensi alokasi anggaran untuk perbaikan," ujar Fadli saat jumpa pers di Graha Utama Lantai 3, Gedung A Kompleks Kemendikbudristek, Selasa (16/12/2025).

Dia menegaskan meskipun Kementerian Kebudayaan bukan penanggung jawab utama kebencanaan, pihaknya tetap memiliki peran penting dalam pemulihan dan pelestarian cagar budaya serta museum yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi anggaran yang dimiliki kementerian.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon mengungkapkan Kementerian Kebudayaan telah melakukan pendataan terhadap objek-objek budaya yang terdampak banjir. Dari hasil pendataan sementara, jumlahnya mengalami peningkatan.

"Kita sudah data, ada sekitar 70-an. Tadinya 43. Itu tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," kata dia.

Menurutnya, mayoritas situs yang terdampak merupakan cagar budaya yang berada di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. Selain itu, terdapat pula objek-objek yang secara administratif belum ditetapkan sebagai cagar budaya, namun memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat.

"Memang kebanyakan yang terdampak itu cagar budaya di tingkat kabupaten, kota, atau provinsi. Ada juga yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya, tapi sebenarnya cagar budaya juga. Misalnya Museum Aceh Tamiang, Museum Kota China, dan makam-makam tua yang belum ditetapkan, yang layak dibuka sebagai cagar budaya," ujar dia.

Berdasarkan data tersebut, Kementerian Kebudayaan akan melakukan intervensi secara bertahap. Fadli Zon memastikan dukungan anggaran telah disiapkan untuk kegiatan perbaikan dan pemulihan.

"Nah, dari data itu nanti kita akan melakukan intervensi. Kita sudah siapkan anggarannya, dukungannya, untuk perbaikan-perbaikan dan pembersihan-pembersihan situs cagar budaya serta museum yang terkena dampak," katanya.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads