Warga Plosoarum, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Klaten digemparkan dengan keberadaan ular piton. Ular berukuran 3 meter itu bersembunyi di rak buffet di dalam rumah warga.
"Laporan ular di permukiman Kamis tanggal 22 Januari 2026 masuk jam 01.55 WIB. Lokasinya di Plosoarum Gg.VII, Sekarsuli, Klaten Utara," jelas Komandan regu 2 Damkar, Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Mart Pamungkas kepada detikJateng, Kamis (22/1/2026) pagi.
Tri menjelaskan, keberadaan ular besar tersebut diketahui berawal dari gonggongan anjing peliharaan. Anjing terus-menerus menggonggong sehingga pemilik rumah curiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anjing peliharaan menggonggong terus- menerus, lalu Bapak Andreas (58) pemilik rumah keluar kamar. Yang bersangkutan kaget melihat ular besar menggantung di bufet," lanjut Tri.
Diterangkan Tri, begitu melihat ular tersebut pemilik rumah ketakutan dan melaporkan ke markas Damkar. Empat personel regu 2 kemudian berangkat ke lokasi.
"Regu 2 dengan empat personel langsung berangkat ke lokasi. Kita evakuasi dengan lancar tidak ada kendala," sambung Tri.
Lebih lanjut Tri menyampaikan, setelah diamankan dan diukur, piton tersebut panjangnya 3 meter. Ular cukup gemuk meskipun tidak memakan ternak.
" Jenisnya ular Python Reticulatus satu ekor berukuran gemuk dengan panjang sekitar 3 meter. Tidak makan ternak karena pemilik rumah tidak memelihara ternak unggas," sebut Tri.
"Di belakang rumah memang sungai. Tapi banjir atau tidak kita tidak tahu namun kemarin sore tidak hujan deras," imbuh Tri Mart.
Tidak hanya ular piton, sebelumnya regu 1 Damkar Klaten juga mengevakuasi biawak di Dusun Bramen, Desa Jebugan, Kecamatan Klaten Utara. Biawak ditemukan di atap rumah warga.
"Jadi Rabu (21/1) siang kita mendapatkan laporan dari warga melihat biawak di plafon rumah. Setelah sampai lokasi dan melakukan penyisiran, biawak sudah berada di atas genteng," papar Komandan Regu 1 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Abdul Wakhid kepada detikJateng.
Saat hendak dievakuasi, tutur Abdul, biawak sempat kabur masuk celah sela tembok. Celah hanya sekitar 12 centimeter dan kedalaman sekitar 3 meter.
"Masuk ke sela tembok, selanjutnya kita memanfaatkan teknik jerat untuk menangkap biawak tersebut dengan bantuan galah. Sekitar 15 menit biawak berhasil di tangkap. dengan 5 orang personel," tambah Abdul.
(alg/afn)











































