Pengujian sampel menu makan bergizi gratis (MBG) dari salah satu dapur MBG di Kabupaten Grobogan telah tuntas. Hasilnya, makanan yang menyebabkan ratusan orang keracunan itu positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).
"E. coli positif," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Djatmiko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (19/1/2026).
Hasil tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah. Djatmiko menyebut bakteri E. coli terdapat pada bahan pangan MBG dan air minum di SPPG itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampel air minum, nasi kuning, telur dadar, lalapan selada, lalapan timun, dan tempe keripik, hasil pemeriksaan positif Escherichia coli," terang Djatmiko.
"Temuan tersebut menunjukkan bahwa baik bahan pangan maupun air minum dikonsumsi oleh penerima manfaat telah terkontaminasi bakteri Escherichia coli," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, 803 orang di Grobogan diduga keracunan sajian makan bergizi gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sami Kaya Food yang beralamat di Jalan Raya Gubug-Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
"Total terdampak 803 (orang)," kata Kepala Dinkes Grobogan, Djatmiko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (13/1).
Menu makanan tersebut disajikan pada Jumat (9/1) lalu kepada 2.904 penerima manfaat dengan menu nasi kuning, abon, telur dadar, selada, timun iris, dan tempe keripik. Sampel menu MBG tersebut dikirim Dinkes Grobogan ke Labkes Provinsi Jateng pada Senin (12/1) lalu.
(aku/apl)











































