Aurelie Moeremans Minta Jangan Bully Karakter di Broken Strings

Celeb

Aurelie Moeremans Minta Jangan Bully Karakter di Broken Strings

Dicky Ardian - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 13:55 WIB
Aurelie Moeremans Minta Jangan Bully Karakter di Broken Strings
Buku Broken Strings. Foto: Instagram @aurelie
Solo -

Publik ramai memperbincangkan memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings yang mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming. Spekulasi bermunculan hingga akhirnya Aurelie buka suara agar tidak ada perundungan kepada karakter dalam kisah tersebut.

Dikutip dari detikPop, e-book yang ditulis Aurelie itu viral. Sosok-sosok dalam Broken Things ramai dibahas termasuk nama Roby Tremonti yang merasa tersindir dengan karakter Bobby. Netizen juga menduga-duga identitas karakter lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom.

Aurelie memberikan tanggapan lewat akun Threads miliknya. Dia berharap pembaca tidak melakukan perundungan terhadap karakter di dalam buku, apalagi hanya berdasar asumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Please.... Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan," tulis Aurelie Moeremans, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menyayangkan muncul asumsi yang belum tentu kebenarannya. Hal itu membuat dirinya tidak nyaman.

Aurelie menegaskan banyak asumsi yang beredar belum tentu benar dan justru membuatnya merasa tidak nyaman.

"Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku gak enak bacanya," sambungnya.

Ia pun menegaskan tulisannya itu tidak dimaksudkan untuk memburu sosok nyata di balik karakter dalam karyanya. Bintang film Story of Kale: When Someone's in Love itu menyebut karyanya difokuskan untuk penyembuhan.

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," ungkapnya.

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," tegas Aurelie.

Dia menutup pesannya dengan harapan diskusi soal Broken Strings penuh empati dan sehat.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let's keep this space kind, aman, dan penuh empati," pungkas Aurelie yang kini sedang menanti kelahiran anak pertamanya.




(alg/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads