Doa Jumat Terakhir Rajab Bisa Dibaca Dalam Hati Saat Khatib Naik Mimbar Khutbah

Nur Umar Akashi - detikJateng
Jumat, 16 Jan 2026 10:53 WIB
Ilustrasi berdoa. Foto: Getty Images/iStockphoto/FOTOKITA
Solo -

Pada Jumat terakhir Rajab, ada ulama yang menyarankan untuk membaca doa khusus saat khatib berada di atas mimbar khutbah. Seperti apa bacaan doanya?

Sebelum menyelami doa tersebut, detikers perlu tahu kapan Jumat terakhir Rajab itu sendiri tiba. Dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, Rajab 1447 H akan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026.

Dengan demikian, Jumat terakhirnya jatuh hari ini, 16 Januari 2026. Keterangan senada ditemukan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan Almanak 2026 dari Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro.

Kembali pada doa Jumat terakhir Rajab, amalan ini kabarnya punya keutamaan besar. Belum tahu? Temukan pembahasan detailnya melalui uraian yang telah detikJateng siapkan di bawah ini, yuk!

Poin Utamanya:

  • Doa Jumat terakhir Rajab adalah Ahmadu Rasûlullâh, Muhammad Rasûlullâh.
  • Doa ini dibaca 35 kali dalam hati saat khatib naik mimbar. Bisa pula dibaca saat khatib duduk di antara dua khutbah.
  • Menurut ulama, seperti Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dan Habib Ali bin Hasan Baharun, amalan ini membuat seseorang tidak pernah kehabisan uang selama setahun.

Bacaan Doa Jumat Terakhir Rajab

Disadur dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, bacaan doa yang dimaksud adalah:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Arab Latin: Ahmadu Rasûlullâh, Muhammad Rasûlullâh.

Artinya: "Ahmad Utusan Allah, Muhammad utusan Allah."

Doa Jumat terakhir Rajab dibaca 35 kali dalam hati saat khatib naik mimbar. Boleh juga dibaca saat khatib duduk di antara dua khutbah sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya.

"Maka disunnahkan membaca doa adalah di saat khatib duduk di antara dua khutbah," paparnya dalam sebuah vidio yang diunggah YouTube Buya Yahya, dilihat pada Jumat (16/1/2026).

"Doanya apa saja? Tidak ada batasan doa yang diajarkan Nabi. Doa apa saja. Membaca apa saja boleh. Kalau membaca Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi, saat itu boleh," lanjutnya.

Manfaat Doa Jumat Terakhir Rajab

Amalan doa Jumat terakhir Rajab diketahui berasal dari sejumlah ulama, seperti Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali. Dalam kitabnya, Kanzun Najah was Surur, ia menjelaskan manfaat doa tersebut:

وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ اَلْأَجْهُوْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَمَا فِيْ تَرْجَمَتِهِ بِخُلَاصَةِ الْأَثَرِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ ( خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً ) لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ

Artinya: "Diantara fawaid (nasehat-nasehat) Syekh Ali Al-Ajhuri RA sebagaimana yang tertera didalam terjemahnya dalam kitab Khulashotil Atsar, Sesungguhnya barangsiapa pada akhir Jum'at bulan Rajab, saat Khatib berada diatas mimbar membaca: "Ahmadu Rasulullah Muhammadun Rasulullah 35 X". Maka tidak terputus dirham (uang) dari tangannya dalam setahun itu".

Juga Habib Ali bin Hasan Baharun mengambil keterangan dari gurunya, Habib Zain bin Ibrahim bin Smith:

فَائِدَةٌ. لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ (35 مرة) فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

Artinya: "(Faedah) Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (sunnah) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu 'Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh'. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil."

Perlu diketahui, doa di atas tidak bersumber dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karenanya, keutamaan doa Jumat terakhir Rajab kemungkinan berasal dari ilham ulama yang menganjurkan.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Apa Saja Amalan di Akhir Bulan Rajab?

Sejatinya, tidak ada amalan yang dikhususkan untuk Rajab. Tidak pada awal, tengah, maupun akhirnya. Dikutip dari buku Keagungan Bulan Rajab tulisan Abu Ghozie as-Sundawie, Ibnu Hajar asy-Syafi'i berkata:

لَمْ يَرِدْ فِي فَضْلِ شَهْرِ رَجَبٍ وَلَا فِي صِيَامِهِ، وَلَا فِي صِيَامِ شَيْءٍ مِنْهُ مُعَيَّنٍ، وَلَا فِي قِيَامٍ لَيْلَةٍ مَخْصُوْصَةٍ فِيْهِ حَدِيْثٌ صَحِيحٌ يَصْلُحُ لِلْحُجَّةِ

Artinya: "Tidak ada satu hadits shahih pun yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus." (Tabyinul 'Ajab, hal 11)

Meski begitu, umat Islam tetap boleh memperbanyak amal shalih dengan dasar bahwasanya Rajab masuk asyhurul hurum (bulan-bulan terhormat). Pada asyhurul hurum, pahala dan dosa lebih besar ketimbang bulan-bulan biasa.

Jadi, apa saja amalan untuk mengisi akhir Rajab? Ini beberapa pilihannya.

1. Puasa Sunnah

detikers dapat mengisi akhir Rajab dengan puasa sunnah Mutlak, puasa Ayyamul Bidh, puasa Senin Kamis, maupun puasa Daud. Dilihat dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah tulisan Hari Ahadi, Imam an-Nawawi berkata:

ذُو الأشهر الحرم وهي وَمِنْ الصَّوْمِ الْمُسْتَحَبِّ صَوْمُ قَالَ أَصْحَابُنَا الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ القَعْدَةِ وَذُوا.

Artinya: "Ulama madzhab kami berpendapat, termasuk puasa yang dianjurkan ialah berpuasa pada bulan- bulan haram, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, al-Muharram, dan Rajab. Yang paling utamanya berpuasa pada bulan al-Muharram." (Al-Majmu', VI/386)

2. Bersholawat atas Nabi Muhammad SAW

Amalan ini paling ditekankan untuk dikerjakan pada hari Jumat. Namun, pada hari-hari lainnya, tetap diperbolehkan. Manfaat bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sangat banyak.

Berdasarkan penjelasan di laman NU Lampung, di antara keutamaan bersholawat adalah mendapat penghapusan dosa. Di samping itu, juga memeroleh kenaikan derajat sebanyak 10 tingkatan. Dasarnya adalah hadits riwayat an-Nasa'i:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya: "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan." (HR An Nasa'i)

3. Banyak Berdoa

Siapa saja yang berdoa, niscaya Allah SWT akan mengabulkan. Manfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti saat turun hujan, pada sepertiga akhir malam, dan momen berbuka puasa.

Umat Islam dapat berdoa sesuai keinginan dan hajat masing-masing. Bisa pula memanjatkan doa yang diajarkan Nabi Muhammad, seperti doa Sapu Jagat dan doa Sayyidul Istighfar. Pelbagai doa nabi lain yang ada di Al-Quran juga menjadi opsi.

Di samping berdoa pada waktu-waktu mustajab, berdoalah sesuai adab yang diajarkan. Sebut saja mengawali doa dengan pujian kepada Allah SWT dan sholawat kepada Nabi SAW, berdoa dengan suara lirih, serta berdoa dengan mengangkat tangan.

Demikian paparan ringkas mengenai doa Jumat terakhir Rajab. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Doa Jumat Terakhir Rajab

1. Kapan membaca Ahmadu Rasulullah Muhammad?

Saat khatib duduk di antara dua khutbah. Bisa juga membacanya dalam hati saat khatib naik mimbar.

2. Apakah ada amalan Jumat terakhir bulan Rajab?

Ada amalan dari para ulama untuk membaca Ahmadu Rasûlullâh, Muhammad Rasûlullâh. Amalan ini bukan berasal dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

3. Amalan apa saja untuk dikerjakan di akhir Rajab?

Beberapa amalan untuk mengisi akhir Rajab adalah puasa sunnah, berdoa, dan bersholawat. Amalan shalih lain pun dapat dikerjakan secara umum, tanpa pengkhususan.



Simak Video "Video: 10 Wilayah Tertinggi Kekeringan, Kabupaten di Pulau Jawa Mendominasi"

(par/aku)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork