Jumat terakhir bulan Rajab kerap dipandang sebagai salah satu momentum spiritual penting menjelang masuknya bulan Syaban dan Ramadhan. Pada hari inilah, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir sebagai bentuk ikhtiar batin memohon keberkahan hidup.
Salah satu amalan Jumat terakhir Rajab yang dikenal luas adalah membaca dzikir 'Ahmadu RasulullΔhi MuαΈ₯ammadur RasulullΔh'. Bacaan ini disebut dalam berbagai kitab klasik dan kontemporer, serta banyak diamalkan di lingkungan pesantren dan jamaah Nahdlatul Ulama.
Meski lafadznya singkat, doa Jumat terakhir bulan Rajab memiliki makna pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad SAW sekaligus harapan agar rezeki dan kehidupan diberkahi sepanjang tahun. Yuk, simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui tata cara membaca dan keutamaannya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin utamanya:
- Doa Jumat terakhir Rajab 'Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi' dibaca dengan lafaz singkat dan diamalkan secara diam-diam saat khutbah Jumat.
- Amalan ini memiliki sanad dan rujukan dalam kitab klasik serta penjelasan ulama.
- Tujuannya memohon keberkahan rezeki dan ketenangan hidup, bukan menggantikan ikhtiar.
Doa Jumat Terakhir Bulan Rajab
Doa yang dianjurkan dibaca pada Jumat terakhir bulan Rajab berbunyi sebagai berikut:
Ψ£ΩΨΩΩ
ΩΨ―Ω Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ω
ΩΨΩΩ
ΩΩΨ―Ω Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ
Ahmadu RasulullΔhi MuαΈ₯ammadur RasulullΔh
Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."
Doa ini dikutip dalam berbagai rujukan, di antaranya buku 71 Doa Harian karya KH M Yusuf Chudlori serta sejumlah tulisan keislaman yang dimuat di NU Online. Dalam literatur klasik, redaksi dan faedah doa ini disebutkan dalam kitab Nuzhah al-Majalis, sebuah karya yang banyak memuat anjuran dzikir dan amalan dengan keutamaan tertentu.
Mngutip laman NU Online, amalan ini diijazahkan oleh para ulama dan habaib. Salah satu sanad yang disebutkan adalah ijazah dari Sulthanul Ulama Yaman, al-Mukarram al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri, yang pernah menyampaikan amalan ini kepada para santri ketika berkunjung ke pesantren.
Rujukan lain datang dari keterangan al-Habib Ali bin Hasan Baharun, yang menukil ajaran gurunya al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitab al-FawΔ'id al-MukhtΔrah halaman 445. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa membaca dzikir ini sebanyak 35 kali pada Jumat terakhir bulan Rajab memiliki faedah agar rezeki seseorang tidak habis sepanjang tahun.
Bagaimana Cara Mengamalkan Doa Terakhir Bulan Rajab?
Cara mengamalkan doa Jumat terakhir bulan Rajab ini tergolong sederhana, tetapi membutuhkan perhatian khusus pada waktu dan niatnya. Secara umum, doa dibaca sebanyak 35 kali dalam hati saat khatib sedang berada di atas mimbar pada waktu sholat Jumat terakhir bulan Rajab.
Meski demikian, terdapat perbedaan penjelasan mengenai waktu paling tepat untuk membacanya. NU Online menjelaskan bahwa doa ini dibaca ketika khutbah kedua sedang berlangsung. Penjelasan ini merujuk pada keterangan dalam kitab al-FawΔ'id al-MukhtΔrah yang secara spesifik menyebutkan waktu tersebut.
Sementara itu, dalam buku 71 Doa Harian karya KH M Yusuf Chudlori, dijelaskan bahwa doa dibaca saat khatib berada di atas mimbar, tanpa pembatasan tegas apakah pada khutbah pertama atau kedua. Artinya, selama khatib telah naik mimbar dan khutbah Jumat berlangsung, amalan ini tetap sah untuk dibaca.
Perbedaan ini menunjukkan keluwesan dalam pengamalannya. Umat Islam dapat menyesuaikan dengan penjelasan yang diyakini, tanpa harus mempertentangkan keduanya. Yang terpenting, doa dibaca dalam hati, tidak mengganggu jalannya khutbah, dan dilakukan dengan penuh keyakinan serta keikhlasan.
Keutamaan Doa Jumat Terakhir Bulan Rajab
Tujuan utama dari amalan ini adalah memohon kepada Allah agar diberikan keberkahan rezeki, kecukupan hidup, dan ketenangan sepanjang tahun. Selain itu, dzikir ini juga menjadi pengingat akan kedudukan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, sekaligus bentuk tawakal dan penyerahan diri kepada-Nya.
Para ulama menegaskan amalan ini bukan pengganti ikhtiar. Doa dan dzikir tetap perlu disertai usaha nyata, kerja keras, serta sikap syukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, doa Jumat terakhir bulan Rajab ini menjadi bagian dari ikhtiar batin yang melengkapi ikhtiar lahir seorang muslim.
Itulah tadi penjelasan mengenai bacaan doa yang dianjurkan pada Jumat terakhir bulan Rajab. Semoga bermanfaat!
FAQ
1. Jumat terakhir bulan Rajab baca apa?
Dibaca dzikir "Ahmadu RasulullΔhi MuαΈ₯ammadur RasulullΔh" sebanyak 35 kali dalam hati.
2. Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah dibaca kapan?
Dibaca saat khatib berada di atas mimbar pada sholat Jumat terakhir bulan Rajab, saat khutbah berlangsung atau pada khutbah yang kedua.
3. Kapan hari Jumat terakhir bulan Rajab 2026?
Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang digunakan di Indonesia, Jumat terakhir bulan Rajab diperkirakan jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, menyesuaikan penetapan resmi pemerintah.
(par/ams)











































