Doa Jumat Terakhir Rajab, Ini Keutamaan dan Waktu yang Tepat Mengamalkannya

Doa Jumat Terakhir Rajab, Ini Keutamaan dan Waktu yang Tepat Mengamalkannya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 16 Jan 2026 10:51 WIB
Doa Jumat Terakhir Rajab, Ini Keutamaan dan Waktu yang Tepat Mengamalkannya
Membaca doa Jumat terakhir Rajab. (Foto: Timur Weber/Pexels)
Jogja -

Tanpa dinyana, Rajab 1447 H tinggal menyisakan beberapa hari saja. Pada Jumat terakhirnya, ada sebuah doa yang diajarkan ulama untuk dibaca.

Perlu diketahui, menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Kementerian Agama, Jumat terakhir Rajab jatuh pada 16 Januari 2026. Hari Jumat itu bertepatan dengan 27 Rajab yang mayoritas orang Indonesia yakini sebagai waktu Isra Miraj.

Artinya, waktu untuk mengerjakan amalan tersebut sudah tiba di depan mata. Sebelum mengerjakan, detikers harus memahami lafal, keutamaan, hingga waktunya terlebih dahulu. Ini uraian ringkas doa Jumat terakhir Rajab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Bacaan Latin doa Jumat terakhir Rajab adalah Ahmadu rasūlullāh, Muḥammadun rasūlullāh.
  • Menurut ulama, amalan ini membuat pembacanya tidak kekurangan uang selama setahun mendatang.
  • Doa Jumat terakhir Rajab dibaca 35 kali saat khatib duduk di antara 2 khutbah.

ADVERTISEMENT

Doa Jumat Terakhir Rajab

Diambil dari buku 71 Doa Harian: Disertai Doa oleh KHM Yusuf Chudlori, begini bacaan doa Jumat terakhir Rajab:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهُ

Arab Latin: Ahmadu rasūlullāh, Muḥammadun rasūlullāh.

Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."

Keutamaan Doa Jumat Terakhir Rajab

Rajab adalah satu dari empat bulan haram/mulia. Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam Al-Quran:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS at-Taubah: 36)

Pada bulan-bulan haram, termasuk Rajab, amalan-amalan shalih lebih besar pahalanya. Ketentuan ini berlaku untuk keumuman ibadah. Disadur dari buku Amalmu Bukti Cintamu kepada Allah oleh Fajar K, Ibnu Abbas berkata:

"Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan Haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan saleh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak."

Jadi, dapat dipahami bahwa amal shalih bulan Rajab bernilai lebih besar. Pertanyaannya, adakah keutamaan khusus untuk bacaan Ahmadu rasūlullāh, Muḥammadun rasūlullāh?

Menurut keterangan dari laman NU Online, amalan ini membuat seseorang tidak pernah kekurangan uang selama satu tahun. Berdasar penjelasan Habib Ali bin Hasan Baharun, sudah banyak orang mencobanya dan berhasil.

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

Artinya: "Faidah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu 'Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh'. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil." (Al-Fawaid al-Mukhtarah)

Perlu dicatat, amal ini tidak berasal dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi beberapa ulama, seperti Syaikh Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri. Oleh karena itu, keutamaannya juga tidak disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Buya Yahya melalui kanal YouTube-nya, @BuyaYahya, menjelaskan kemungkinan keutamaan amalan di atas berasal dari ilham ulama. Alhasil, boleh percaya maupun tidak.

"Wallahu a'lam masalah keutamaan. Dari mana sumber itu? Nah, mungkin itu bab ilham. Ilham Anda percaya boleh, tidak (pun) boleh. Yang wajib Anda percaya kalau Nabi sudah bersabda," ujarnya, dikutip pada Kamis (15/1/2026).

Waktu Mengamalkan Doa Jumat Terakhir Rajab

Sebagaimana detikers ketahui, selagi khatib Jumat membawakan khutbahnya, seorang muslim diperintah untuk duduk diam mendengarkan. Jadi, kapan doa ini bisa dibaca?

Menurut Buya Yahya, waktu membacanya adalah saat khatib duduk di antara dua khutbah. Rentang waktu singkat itu diyakini para ulama termasuk waktu mustajab dalam Islam.

"Maka disunnahkan membaca doa adalah di saat khatib duduk di antara dua khutbah," kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu.

"Doanya apa saja? Tidak ada batasan doa yang diajarkan Nabi. Doa apa saja. Membaca apa saja boleh. Kalau membaca Ahmadu Rasulullahi Muhammadur Rasulullahi, saat itu boleh," lanjutnya.

Sebagai informasi, hadits yang menyebut waktu mustajab hari Jumat dibawakan oleh Imam Muslim. Dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 oleh Imam an-Nawawi, Abdullah bin Umar RA bertanya:

أَسَمِعْتَ أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي شَأْنِ سَاعَةِ الْجُمُعَةِ؟ قَالَ: قُلْتُ: نَعَمْ، سَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلَاةُ

Artinya: "'Apakah kau pernah mendengar ayahmu menceritakan wahyu yang istimewa pada hari Jumat dari Rasulullah SAW?' Abu Burdah menjawab, 'Ya, aku pernah mendengar ayah berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Waktu tersebut ada di antara duduknya imam hingga selesai sholat.'" (HR Muslim no 853)

Demikian pembahasan rinci mengenai doa Jumat terakhir Rajab beserta keutamaan dan waktu membacanya. Wallahu a'lam bish-shawab.

FAQ tentang Doa Jumat Terakhir Rajab

1. Jumat terakhir bulan Rajab baca apa?

Ada ulama yang menganjurkan membaca 'Ahmadu rasūlullāh, Muḥammadun rasūlullāh'. Doa ini dibaca 35 kali pada saat khatib duduk di antara dua khutbah.

2. Kapan Jumat terakhir bulan Rajab 2026?

Jumat terakhir Rajab 1447 H/2026 M jatuh pada 16 Januari 2026.

3. Apakah hukum mengamalkan doa Jumat terakhir Rajab?

Boleh, selama tidak meyakininya berasal dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Keutamaannya juga tidak berasal dari Nabi SAW, tetapi kemungkinan dari ilham ulama yang menganjurkan.




(sto/aku)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads