Hari Pertama Uji Coba WFA Pemkot Solo, ASN Apel Pagi Lewat Zoom

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 15:47 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau uji coba WFA di Balai Kota Solo, Rabu (14/1/2026). Foto: Dok. Pemkot Solo
Solo -

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menerapkan uji coba Work From Anywhere (WFA) hari ini. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terpantau bekerja dari Shelter Manahan. Menurut Wali Kota Solo, Respati Ardi, sejumlah pegawai itu tadi pagi juga ikut apel secara online melalui Zoom.

Diketahui, kebijakan WFA ini ditempuh untuk menghemat operasional setelah pemerintah pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD). Rencananya, uji coba WFA bakal dilakukan setiap hari Rabu selama sebulan.

Respati mengatakan, ia telah mengecek jalannya uji coba WFA pada hari pertama ini. Sejumlah lokasi dia datangi, di antaranya Shelter Manahan dan warung-warung makan. Dia juga mengecek lingkungan Balai Kota Solo.

"Saya ngecek di Shelter Manahan dan lainnya, saya tanya mekanisme seperti apa. Ternyata tadi pagi ada apel pagi melalui zoom, online, diabsen. Itu lebih efektif, tidak perlu apel fisik, hanya melalui online," kata Respati kepada awak media di Balai Kota Solo, Rabu (14/1/2026).

Respati menjelaskan, di Shelter Manahan ada ASN dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo yang melakukan WFA di sana.

"Saya lihat berjalan dengan lancar, ada positif dan negatifnya. Saya lihat positifnya banyak, team work-nya lebih terasa. Dan UMKM-UMKM di Shelter Manahan lebih senang, karena ada yang bekerja di sana," ucapnya.

Respati memang menginstruksikan para ASN yang WFA untuk bekerja di tempat UMKM dan Working Space. Tujuannya agar program WFA itu juga membawa manfaat ke pelaku UMKM.

"Kita utamakan di warung makan, UMKM, di working space, tempat publik. Karena Kota solo penunjang ekonominya di UMKM. Tadi pedagang di Shelter senang juga, siang ada yang mayoni (melarisi). Selain yang olahraga, ada yang kerja di sini," terangnya.

Saat mengecek di lingkungan Balai Kota, Respati melihat penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, AC, hingga lampu bisa dipangkas. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional Pemkot Solo.

"AC, lampu sudah mati kabeh (semua), tapi pelayanan tetap. 50 persen operasional cost-nya turun, tapi nanti kita akan review kalau sudah berjalan satu bulan," kata dia

Diberitakan sebelumnya, Respati memastikan WFA tidak akan menyasar bagian pelayanan. Sehingga, kebutuhan masyarakat tetap bisa dilayani dengan maksimal.

"Yang WFA masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tapi untuk OPD pelayanan seperti puskesmas itu tidak WFA. Jadi WFA hanya untuk pekerjaan yang tidak harus diselesaikan di kantor," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (12/1/2026).

Respati menyebut pengawasan WFA berada di bawah Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM). Para pegawai akan termonitor melalui aplikasi.

"Pengawasan nanti dari BKPSDM, termasuk time stamp, foto, dan lokasi kerja. Posisi harus tetap berada di wilayah domisili Surakarta," ujarnya.




(dil/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork