Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menerapkan uji coba Work From Anywhere (WFA) hari ini. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terpantau bekerja dari Shelter Manahan. Menurut Wali Kota Solo, Respati Ardi, sejumlah pegawai itu tadi pagi juga ikut apel secara online melalui Zoom.
Diketahui, kebijakan WFA ini ditempuh untuk menghemat operasional setelah pemerintah pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD). Rencananya, uji coba WFA bakal dilakukan setiap hari Rabu selama sebulan.
Respati mengatakan, ia telah mengecek jalannya uji coba WFA pada hari pertama ini. Sejumlah lokasi dia datangi, di antaranya Shelter Manahan dan warung-warung makan. Dia juga mengecek lingkungan Balai Kota Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ngecek di Shelter Manahan dan lainnya, saya tanya mekanisme seperti apa. Ternyata tadi pagi ada apel pagi melalui zoom, online, diabsen. Itu lebih efektif, tidak perlu apel fisik, hanya melalui online," kata Respati kepada awak media di Balai Kota Solo, Rabu (14/1/2026).
Respati menjelaskan, di Shelter Manahan ada ASN dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo yang melakukan WFA di sana.
"Saya lihat berjalan dengan lancar, ada positif dan negatifnya. Saya lihat positifnya banyak, team work-nya lebih terasa. Dan UMKM-UMKM di Shelter Manahan lebih senang, karena ada yang bekerja di sana," ucapnya.
Respati memang menginstruksikan para ASN yang WFA untuk bekerja di tempat UMKM dan Working Space. Tujuannya agar program WFA itu juga membawa manfaat ke pelaku UMKM.
"Kita utamakan di warung makan, UMKM, di working space, tempat publik. Karena Kota solo penunjang ekonominya di UMKM. Tadi pedagang di Shelter senang juga, siang ada yang mayoni (melarisi). Selain yang olahraga, ada yang kerja di sini," terangnya.
Saat mengecek di lingkungan Balai Kota, Respati melihat penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, AC, hingga lampu bisa dipangkas. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional Pemkot Solo.
"AC, lampu sudah mati kabeh (semua), tapi pelayanan tetap. 50 persen operasional cost-nya turun, tapi nanti kita akan review kalau sudah berjalan satu bulan," kata dia
Diberitakan sebelumnya, Respati memastikan WFA tidak akan menyasar bagian pelayanan. Sehingga, kebutuhan masyarakat tetap bisa dilayani dengan maksimal.
"Yang WFA masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tapi untuk OPD pelayanan seperti puskesmas itu tidak WFA. Jadi WFA hanya untuk pekerjaan yang tidak harus diselesaikan di kantor," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (12/1/2026).
Respati menyebut pengawasan WFA berada di bawah Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM). Para pegawai akan termonitor melalui aplikasi.
"Pengawasan nanti dari BKPSDM, termasuk time stamp, foto, dan lokasi kerja. Posisi harus tetap berada di wilayah domisili Surakarta," ujarnya.
9 OPD Work From Anywhere
Kepala Bagian Organisasi Mila Yuniarti mengatakan ada 9 OPD yang akan melaksanakan WFA pada Rabu (14/1). Sembilan OPD tersebut berada di lingkungan Balai Kota Solo.
"Dinas Kesehatan, Bappeda, BKPSDM, Dinas Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan KB (DP3AP2KB), Kesbangpol, Brida, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta BPKAD," ujar Mila.
Mila menjelaskan WFA dilakukan oleh maksimal 50 persen dari jumlah pegawai di masing-masing instansi tersebut.
"Maksimal 50 persen dari jumlah pegawai. Jumlahnya beda-beda, misal di Bappeda mungkin kurang lebih 40 sampai 50 orang. Di Bapenda dan BPKAD yang ruangannya luas juga menyesuaikan. Dinas Kesehatan apalagi, kan ada tiga lantai," jelasnya.
Mila mengatakan pemberlakuan WFA ini didasari dua aspek, yakni efisiensi dan efektivitas belanja operasional kantor. WFA pada bulan Januari dilaksanakan pada tanggal 14, 21, dan 28 Januari.
"Selain mengatur WFA, kami juga mengatur masalah hemat energi. Untuk WFA dimulai besok Rabu, kami juga menggalakkan kembali Surat Edaran Sekda tahun 2023 terkait hemat energi agar lebih disiplin lagi," terangnya.
Selama pelaksanaan WFA, pihaknya telah mengatur kode etik ASN. Pegawai yang WFA diperbolehkan bekerja di mana saja, termasuk di coffee shop, namun wajib tetap berada di dalam wilayah Kota Solo.
"Walaupun tidak di kantor, mereka bisa bekerja dari mana pun asalkan tetap di wilayah Surakarta. Absen menggunakan aplikasi Si Pedro yang hanya bisa diakses jika posisi berada di Kota Solo," tutur Mila.
"Semua harus tetap di Surakarta karena posisi mereka harus selalu standby bila dibutuhkan sewaktu-waktu. Mungkin banyak ASN yang akan bekerja di coworking space atau UMKM seperti coffee shop dan resto untuk memenuhi target," lanjutnya.
Pihak Pemkot juga menetapkan target bagi para pegawai selama WFA. Selain itu, mereka diwajibkan tetap memakai seragam batik serta ID card kepegawaian.
"Mekanismenya, hari Rabu menggunakan PDH batik bebas rapi dan tetap menggunakan ID card. Pelaksanaan WFA dilakukan secara tim, minimal tiga orang, tidak boleh sendiri-sendiri. Harapannya ada output yang jelas dalam satu hari, jadi tidak hanya sekadar beraktivitas," pungkasnya.
