Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan, izin minuman beralkohol golongan B dan C yang diajukan pengelola Ruang Bahagia belum tentu diberikan. Respati menyebut pihaknya masih akan melakukan verifikasi terkait pengajuan izin tersebut.
Respati mengatakan, saat ini berkas perizinan tersebut masih berada di Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo untuk diverifikasi secara ketat. Ia mengatakan Pemkot Solo tidak akan gegabah mengeluarkan izin jika berpotensi mengganggu keamanan warga.
"Belum tentu (izin keluar), belum tentu. Kita lihat nanti hasil verifikasinya dari Disdag," katanya ditemui di Kelurahan Manahan, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Respati mengaku telah memberikan instruksi khusus kepada jajarannya untuk mencermati setiap persyaratan yang ada. Jika pengoperasian tempat tersebut dianggap mengganggu ketertiban, maka Pemkot Solo tidak akan ragu untuk menolak perizinan tersebut.
"Sudah saya delegasikan untuk benar-benar mencermati persyaratannya. Yang memang bisa menjaga ketertiban, sesuai ketentuan, silakan. Tapi kalau yang memang benar-benar akan mengganggu masyarakat, ketertiban dan keamanan, ya pastinya itu tidak akan memenuhi perizinannya," tegasnya.'
Dirinya memastikan bahwa pemerintah Kota Solo akan menjalankan aturan yang ada. Terlebih menganai tumbuh kembang anak-anak serta kenyamanan masyarakat.
"Tentunya kami (pemerintah) diberi tugas menjalankan sesuai peraturan yang ada saja. Yang penting masyarakat bisa nyaman kembali, anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik, tidak terjadi banyak penyakit masyarakat," tuturnya.
Respati menambahkan, di zaman yang sudah terbuka ini, masyarakat dipersilakan ikut memantau prosesnya di Dinas Perdagangan. Ia mengaku optimistis meskipun tantangan dalam menertibkan peredaran miras di Solo cukup berat.
"Tantangannya berat, tapi kami sangat optimis kami akan bisa jalankan ini dengan baik," pungkasnya.
Mengenai proses hukum yang saat ini berjalan, Respati mengaku bersiap menghadapi apapun skenarionya. "Ya kita jalani, proses hukumnya kita jalani. Kita jalani terus. Ya, tentunya kami bersiap dengan skenario apapun, tapi kami hormati proses hukumnya. Saya rasa setiap warga negara memiliki hak-hak tersebut," pungkasnya.
