Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan telah mendata jumlah orang yang diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada Jumat (9/1). Jumlah korban terbanyak dari kalangan santri pondok pesantren (ponpes).
"(Datanya) masih bergerak, terutama yang rawat inap karena ada yang pulang dan masuk," kata Kepala Dinkes Grobogan, Djatmiko saat ditelepon detikJateng, Minggu (11/1/2026).
Djatmiko menyebut ratusan orang ini diduga keracunan MBG yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sami Kaya Food yang beralamat di Jalan Raya Gubug-Kedungjati KM 2, Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah penerima manfaat MBG 2.904 orang, yang terdampak 658 orang," terang Djatmiko.
Berikut data lengkap dari Dinkes Grobogan tentang jumlah orang dan sekolah yang diduga keracunan MBG di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan:
1. SMP Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto: 251 orang (152 putra, 92 putri, 7 guru)
2. SMK Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto: 151 santri putri
3. SDN 3 Ngroto: 18 orang
4. TK Ngroto: 5 orang
5. PAUD Ngroto: 4 orang (2 siswa, 2 wali murid)
6. SD Glapan: 34 orang (33 siswa, 1 guru)
7. SDN 1 Trisari: 33 orang (30 siswa, 3 guru)
8. SDN 2 Trisari: 24 siswa
9. SDN 1 Penadaran: 63 orang (57 siswa, 3 guru, 3 wali murid)
10. SDN 2 Penadaran: 32 orang (28 siswa, 4 guru)
11. SDN 3 Penadaran: 43 orang (40 siswa, 3 guru)
Dari 658 orang tersebut, Djatmiko mengungkapkan ada sekitar 79 orang yang harus ditangani dan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Berikut daftar lengkapnya:
1. Lokasi Pondok: 11 orang
2. RSUD Ki Ageng Getas Pendowo: 39 orang, 2 orang APS
3. RSUD R Soedjati Purwodadi: 11 orang
4. Puskesmas Karangrayung 1: 9 orang
5. Puskesmas Kedungjati: 7 orang
6. Puskesmas Gubug 1: 2 Orang
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (9/1). Mereka mengalami sejumlah masalah kesehatan hingga dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
"Informasinya kan ini (diduga keracunan dari) makan MBG yang hari Jumat," kata Djatmiko.
Menurut Djatmiko, para siswa mulai mengeluhkan adanya masalah kesehatan pada Jumat malam. Sabtu (10/1), mereka beramai-ramai absen sekolah.
"Jumat malam ternyata kok ada puluhan (siswa) mual, muntah, ada yang diare. Kemudian hari Sabtu tadi teman-teman melakukan pengecekan, pemeriksaan di lapangan. Sabtunya banyak yang enggak masuk (sekolah)," jelas Djatmiko.
Djatmiko mengungkapkan pihaknya masih terus bergerak untuk melakukan penanganan peristiwa ini. Menurutnya, ada sebagian orang yang dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan.
"Ini teman-teman masih mengawal yang ada di pondok yang ada di Ngroto karena ada beberapa yang sampai dilakukan rujukan. Tadi info terakhir itu ada yang di Rumah Sakit Getas Pendowo, RSU, terus ada yang di Puskesmas juga. Kita lakukan penanganan, memang kalau yang bisa rawat jalan kita rawat jalan," terang Djatmiko.
