Ratusan orang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG). Menu yang disajikan pada Jumat (9/1/2025) itu terdiri dari nasi kuning dan lauk.
"Menu (MBG yang disajikan yaitu) nasi kuning, terus ada telur, abon," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko melalui sambungan telepon pada detikJateng, Sabtu (10/1/2025).
Dalam foto yang diterima detikJateng, terlihat satu porsi nasi kuning disajikan di food tray atau ompreng berbahan stainless stell. Masing-masing lauk dihidangkan terpisah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat ada nasi kuning, abon, telur dadar, selada, dan timun iris sebagai menu utama. Selain itu, ada keripik tempe dibungkus plastik transparan dan satu butir buah jeruk belum dikupas.
Menu tersebut berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
"Kalau SPPG-nya sendiri itu dia bisa menyuplai sekitar 2.900 sekian," tutur Djatmiko.
Dari video singkat yang diterima detikJateng, bagian SPPG tersebut telah dipasangi garis polisi pada Sabtu (10/1/2025) usai dugaan keracunan ini mencuat.
Suasana SPPG tersebut terlihat sepi, tak ada aktivitas pengolahan MBG. Terlihat ada dua unit mobil Mitsubishi L300 Box berwarna hitam dan putih.
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (9/1/2025). Mereka mengalami sejumlah masalah kesehatan hingga dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
"Informasinya kan ini (diduga keracunan dari) makan MBG yang hari Jumat," kata Djatmiko.
Menurut Djatmiko, para siswa mulai mengeluhkan adanya masalah kesehatan pada Jumat malam. Hari ini, mereka beramai-ramai absen sekolah.
"Jumat malam ternyata kok ada puluhan (siswa) mual, muntah, ada yang diare. Kemudian hari Sabtu tadi teman-teman melakukan pengecekan, pemeriksaan di lapangan. Sabtunya banyak yang enggak masuk (sekolah)," jelas Djatmiko.
Djatmiko mengungkapkan pihaknya masih terus bergerak untuk melakukan penanganan peristiwa ini. Menurutnya, ada sebagian orang yang dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan.
"Ini teman-teman masih mengawal yang ada di pondok yang ada di Ngroto karena ada beberapa yang sampai dilakukan rujukan. Tadi info terakhir itu ada yang di Rumah Sakit Getas Pendowo, RSUD, terus ada yang di Puskesmas juga. Kita lakukan penanganan, memang kalau yang bisa rawat jalan kita rawat jalan," terang Djatmiko.
Djatmiko mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah keseluruhan siswa yang diduga keracunan MBG.
"Data kan kita masih sandingkan karena teman-teman tadi di lapangan (menyampaikan) yang di daerah pondok itu kan terus bertambah. Tapi kalau yang ditangani teman-teman tadi di Puskesmas dan ada yang di pondok sekitar 174 (orang). Nanti data lengkapnya itu besok Insyaallah sudah bisa diinformasikan," tutur Djatmiko.
(alg/alg)











































