Ratusan orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kecmatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Mereka mengalami mual hingga diare.
"Informasinya kan ini (diduga keracunan dari) makan MBG yang hari Jumat (9/1)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko melalui telepon pada detikJateng, Sabtu (10/12/2025).
Banyak Siswa Tidak Masuk Sekolah
Menurut Djatmiko, para siswa mulai mengeluhkan adanya masalah kesehatan pada Jumat malam. Keesokan harinya, mereka beramai-ramai absen sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumat malam ternyata kok ada puluhan (siswa) mual, muntah, ada yang diare. Kemudian hari Sabtu tadi teman-teman melakukan pengecekan, pemeriksaan di lapangan. Sabtunya banyak yang enggak masuk (sekolah)," jelas Djatmiko.
Djatmiko mengungkapkan pihaknya masih terus bergerak untuk melakukan penanganan peristiwa ini. Menurutnya, ada sebagian orang yang dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan.
"Ini teman-teman masih mengawal yang ada di pondok yang ada di Ngroto karena ada beberapa yang sampai dilakukan rujukan. Tadi info terakhir itu ada yang di Rumah Sakit Getas Pendowo, RSU, terus ada yang di Puskesmas juga. Kita lakukan penanganan, memang kalau yang bisa rawat jalan kita rawat jalan," terang Djatmiko.
Ratusan Orang Diduga Keracunan
Djatmiko membenarkan ada ratusan orang yang diduga keracunan. Dia mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah keseluruhan siswa yang diduga keracunan MBG itu.
"Data kan kita masih sandingkan karena teman-teman tadi di lapangan (menyampaikan) yang di daerah pondok itu kan terus bertambah. Tapi kalau yang ditangani teman-teman tadi di Puskesmas dan ada yang di pondok sekitar 174 (orang). Nanti data lengkapnya itu besok Insyaallah sudah bisa diinformasikan," tutur Djatmiko kemarin.
Sementara itu dari data yang dihimpun detikJateng, ada ratusan siswa diduga keracunan usai mengonsumsi MBG dari sebuah SPPG di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Sekolah di Desa Ngroto yang diduga mengalami keracunan MBG yaitu di TK Pertiwi sebanyak lima orang rawat jalan, PAUD Tunas Harapan empat orang rawan jalan dan SDN 3 Ngroto sebanyak 18 siswa rawat jalan.
Di SMP dan SMK Ponpes Miftahul Huda Ngroto yang diduga mengalami keracunan MBG ada 152 pelajar putra, 92 pelajar putri, dan tujuh orang guru. Dari jumlah tersebut, 12 orang dirujuk ke Puskesmas Kedungjati, 11 orang ke RSUD purwodadi, 33 orang ke RSUD Getas Pendowo, dan delapan orang dirawat di pondok.
Kemudian di Desa Penadaran, yang diduga mengalami keracunan ada di SDN 1 Penadaran sebanyak 57 siswa, tiga guru, dan tiga wali murid yang dirawat jalan. Sementara di SDN 2 Penadaran, ada 28 siswa dan empat guru yang rawat jalan. Lalu di SDN 3 Penadaran terdapat 40 siswa dan tiga guru yang rawat jalan.
Kemudian 33 Siswa SDN Glapan juga dirawat jalan diduga karena keracunan MBG. Selain itu, di Desa Trisari, 33 siswa SDN 1, 28 siswa SDN 2, lima siswa TK Pertiwi I, 10 siswa TK Pertiwi II, dan enam siswa PAUD juga dirawat jalan.
Menu MBG dari salah satu SPPG di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga menyebabkan keracunan massal yang disajikan pada Jumat (9/1/2025). Foto: Dok. Istimewa |
Menu MBG yang Diduga Menjadi Penyebab
Djatmiko menjelaskan, menu yang disajikan pada Jumat (9/1/2025) terdiri dari nasi kuning dan lauk.
"Menu (MBG yang disajikan yaitu) nasi kuning, terus ada telur, abon," kata Djatmiko.
Dalam foto yang diterima detikJateng, terlihat satu porsi nasi kuning disajikan di food tray atau ompreng berbahan stainless stell. Masing-masing lauk dihidangkan terpisah.
Terlihat ada nasi kuning, abon, telur dadar, selada, dan timun iris sebagai menu utama. Selain itu, ada keripik tempe dibungkus plastik transparan dan satu butir buah jeruk belum dikupas.
Menu tersebut berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.
"Kalau SPPGnya sendiri itu dia bisa menyuplai sekitar 2.900 sekian," tutur Djatmiko.
Langkah Disdik dan Polisi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
"Langkah Disdik, selalu dan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Pak Camat, Danramil, Kapolsek, Puskesmas, RSU, Ka Dinkes, Ka Ketahanan Pangan, para media, serta pihak terkait lainnya, termasuk Pak Sekda," kata Purnyomo melalui pesan WhatsApp pada detikJateng.
Sementara Polres Grobogan bergerak untuk membantu dan melayani warga yang mengalami masalah kesehatan akibat peristiwa ini.
"Kami saat ini masih bantu warga dan melayani terkait antisipasi dampak kesehatan," ujar Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto Wicaksono saat dikonfirmasi detikJateng.
Dari video singkat yang diterima detikJateng, kawasan SPPG yang diduga menyajikan makanan tersebut telah dipasangi garis polisi pada Sabtu (10/1/2025) usai dugaan keracunan ini mencuat.
Suasana SPPG tersebut terlihat sepi, tak ada aktivitas pengolahan MBG. Terlihat ada dua unit mobil Mitsubishi L300 Box berwarna hitam dan putih.
Simak Video "Video Puluhan Siswa SD di Rembang Diduga Keracunan Susu MBG"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/alg)

