Ratusan Orang Diduga Keracunan Massal MBG di Grobogan

Ratusan Orang Diduga Keracunan Massal MBG di Grobogan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 21:18 WIB
Ratusan Orang Diduga Keracunan Massal MBG di Grobogan
Ilustrasi dirawat. (Foto: Dok.Detikcom)
Grobogan -

Ratusan orang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga keracunan makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Jumat (9/1/2025). Mereka mengalami sejumlah masalah kesehatan hingga dirawat di puskesmas dan rumah sakit.

"Informasinya kan ini (diduga keracunan dari) makan MBG yang hari Jumat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko melalui telepon pada detikJateng, Sabtu (10/12/2025).

Menurut Djatmiko, para siswa mulai mengeluhkan adanya masalah kesehatan pada Jumat malam. Hari ini, mereka beramai-ramai absen sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumat malam ternyata kok ada puluhan (siswa) mual, muntah, ada yang diare. Kemudian hari Sabtu tadi teman-teman melakukan pengecekan, pemeriksaan di lapangan. Sabtunya banyak yang enggak masuk (sekolah)," jelas Djatmiko.

ADVERTISEMENT

Djatmiko mengungkapkan pihaknya masih terus bergerak untuk melakukan penanganan peristiwa ini. Menurutnya, ada sebagian orang yang dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan.

"Ini teman-teman masih mengawal yang ada di pondok yang ada di Ngroto karena ada beberapa yang sampai dilakukan rujukan. Tadi info terakhir itu ada yang di Rumah Sakit Getas Pendowo, RSU, terus ada yang di Puskesmas juga. Kita lakukan penanganan, memang kalau yang bisa rawat jalan kita rawat jalan," terang Djatmiko.

Berdasarkan data yang dihimpun detikJateng, ratusan siswa diduga keracunan usai mengonsumsi MBG dari sebuah SPPG di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Sekolah di Desa Ngroto yang diduga mengalami keracunan MBG yaitu di TK Pertiwi sebanyak lima orang rawat jalan, PAUD Tunas Harapan empat orang rawan jalan dan SDN 3 Ngroto sebanyak 18 siswa rawat jalan.

Sementara di SMP dan SMK Ponpes Miftahul Huda Ngroto yang diduga mengalami keracunan MBG ada 152 pelajar putra, 92 pelajar putri, dan tujuh orang guru. Dari jumlah tersebut, 12 orang dirujuk ke Puskesmas Kedungjati, 11 orang ke RSUD purwodadi, 33 orang ke RSUD Getas Pendowo, dan delapan orang dirawat di pondok.

Kemudian di Desa Penadaran, yang diduga mengalami keracunan ada di SDN 1 Penadaran sebanyak 57 siswa, tiga guru, dan tiga wali murid yang dirawat jalan. Sementara di SDN 2 Penadaran, ada 28 siswa dan empat guru yang rawat jalan. Lalu di SDN 3 Penadaran terdapat 40 siswa dan tiga guru yang rawat jalan.

Kemudian 33 Siswa SDN Glapan juga dirawat jalan diduga karena keracunan MBG. Selain itu, di Desa Trisari, 33 siswa SDN 1, 28 siswa SDN 2, lima siswa TK Pertiwi I, 10 siswa TK Pertiwi II, dan enam siswa PAUD juga dirawat jalan.

Djatmiko mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah keseluruhan siswa yang diduga keracunan MBG.

"Data kan kita masih sandingkan karena teman-teman tadi di lapangan (menyampaikan) yang di daerah pondok itu kan terus bertambah. Tapi kalau yang ditangani teman-teman tadi di Puskesmas dan ada yang di pondok sekitar 174 (orang). Nanti data lengkapnya itu besok insyaallah sudah bisa diinformasikan," tutur Djatmiko.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Langkah Disdik, selalu dan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Pak Camat, Danramil, Kapolsek, Puskesmas, RSU, Ka Dinkes, Ka Ketahanan Pangan, para media, serta pihak terkait lainnya, termasuk Pak Sekda," kata Purnyomo melalui pesan WhatsApp pada detikJateng.

Sementara Polres Grobogan kini tengah bergerak untuk membantu dan melayani warga yang mengalami masalah kesehatan akibat peristiwa ini.

"Kami saat ini masih bantu warga dan melayani terkait antisipasi dampak kesehatan," ujar Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto Wicaksono saat dikonfirmasi detikJateng.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads