Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Semarang, Raesa Oktavia buka suara terkait kasus dugaan keracunan di SMKN 11 Semarang yang diduga karena MBG. Hasil rapid test mengatakan menu MBG di sana negatif boraks, nitrin, dan formalin.
Ia mengatakan, sebelum makanan dibagikan ke siswa, sudah dilakukan uji tes organoleptik oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah sebelum dibagikan ke siswa.
"Langkah awal sudah dilakukan rapid test pada sample 2 menu, yaitu ayam dan pudding," kata Raesa melalui pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (10/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, rapid test itu juga dibantu oleh pihak Polrestabes Kota Semarang, untuk mengecek apakah makanan mengandung zat-zat berbahaya.
"Kandungan boraks, formalin dan nitrit, hasilnya negatif semua," ungkapnya.
Ia juga mengaku belum bisa memastikan apakah kasus keracunan di SMKN 11 Semarang itu dikarenakan MBG atau bukan. Pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium yang Dinas Kesehatan Kota Semarang.
"Menunggu hasil lab Dinkes keluar, untuk hasil yang lebih akurat, karena sample yang diuji adalah semua kondimen menu yang diberikan hari itu," tuturnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu sebelum hasil pemeriksaan keluar.
"SPPG terkait juga sudah berhenti operasional sementara, minimal sampai mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang sudah diambil Dinkes," kata dia.
Raesa juga mengaku mendapat kabar adanya insiden di SMKN 11 Semarang itu pada Kamis (8/1) malam.
"Izin menjelaskan terkait kejadian menonjol di SMK 11 Grafika Banyumanik. Kemarin kami diinfokan pada tanggal 8 Januari malam, ada murid yang mulai merasakan gejala mual dan pusing sore hari," jelasnya.
"Enam murid sempat dibawa ke Puskesmas atau RS, saat ini sudah tidak ada yang dirawat. Satu orang yang dirawat awalnya diduga karena MBG, sudah diperiksa dan ternyata karena gula darah tinggi, bukan MBG," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga terjadi di SMKN 11 Semarang. Sebanyak 75 anak muntah-muntah dan empat orang dirawat di RS Hermina.
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Haris Wahyudi membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, peristiwa terjadi Kamis (8/1/2026) kemarin.
"Kejadiannya kemarin, kemarin habis dapat MPG. Sore sekitar jam 16.00 WIB itu ada beberapa siswa yang mengalami gejala seperti mual-mual, pusing. Data kita 75 anak yang melaporkan," kata Haris saat dihubungi detikJateng, Jumat (9/1/2026).
"(SPPG mana?) SPPG-nya itu yang di daerah Kodam, saya namanya malah nggak detail. Seringnya disebut SPPG Kodam. Kita ndak tahu operatornya," lanjutnya
(alg/alg)











































