Pembangunan jembatan penghubung Tegal-Brebes di Desa Kaligiri, Sirampog, Brebes, yang putus diterjang banjir pada April 2025 akhirnya disetop sementara. Padahal, jembatan itu ditarget selesai pada 24 Desember2025.
"Proyek ini ditargetkan selesai 24 Desember. Atas pertimbangan teknis, dihentikan lebih awal," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Dani Asmoro, saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (7/1/2026).
Jembatan Glempang di Sungai Pedes wilayah Desa Kaligiri ini berada di ruas jalan kabupaten Mendala, perbatasan Tegal. Jembatan ini menjadi akses penghubung dua Brebes dan Tegal. Proyek pembangunan jembatan ini dianggarkan sekitar Rp1,9 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan darurat di Sirampog Brebes, Rabu (7/1/2026). Foto: Imam Suripto/detikJateng |
Proyek ini dimulai pada 25 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai 24 Desember 2025. Namun, pekerjaannya dihentikan lebih awal pada 22 Desember 2025.
Menurut Dani, proyek itu dihentikan sementara saat progresnya baru mencapai 80 persen.
"Memang dihentikan, tapi itu bukan mangkrak. Ada pertimbangan tertentu, salah satunya adalah risiko bencana. Di sungai itu arus sangat deras, jadi kami setop pada progres 80 persen," ujar Dani.
Menurut Dani, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi. Arus deras pada musim hujan berpotensi membuat bangunan jembatan akan kembali rusak.
"Pada Minggu malam, 21 Desember 2025, arus sungai sangat deras dan talud ambrol," ungkapnya.
Dani menambahkan, tahun ini Pemkab Brebes akan meneruskan pekerjaan tersebut jika kondisi alam dan cuaca sudah mendukung.
"Kami komitmen untuk meneruskan pekerjaan itu. Tapi dengan syarat kondisi cuaca sudah mendukung, tidak membahayakan bangunan," lanjut Dani.
Untuk sementara, di lokasi dibangun jembatan darurat dari kayu yang diharapkan bisa menjadi akses masyarakat sekitar.
Jembatan Glempang punya peran vital bagi aktivitas warga. Khalimi (51) warga Kaligiri Sirampog mengatakan, dampak dari putusnya jembatan itu paling dirasakan warga Bumijawa, Tegal, yang tinggal wilayah perbatasan Brebes.
"Banyak warga Tegal yang sekolah dan bekerja di Sirampog. Karena kalau mau ke kota Bumijawa atau Bojong sangat jauh. Jadi banyak yang menyeberang ke Sirampog," kata Khalimi.
(dil/apl)












































