Round up

Fakta-fakta SPPG di Sragen Berdiri Berdampingan dengan Kandang Babi

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 07 Jan 2026 06:53 WIB
Dapur MBG di Banaran Sragen yang berdampingan dengan kandang babi. (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Solo -

Sebuah kabar viral menyebutkan peternakan babi di Sragen diminta tutup karena ada bangunan baru didirikan di sampingnya yaitu sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah fakta diungkap oleh pihak peternakan dan SPPG.

Lokasi SPPG dan peternakan tersebut berada di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Dari pantauan detikJateng, SPPG di Desa Banaran itu masih dalam tahap pengerjaan. SPPG itu berdampingan langsung dengan peternak babi pada bagian belakang.

Sedangkan dalam keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia tentang Pedoman Verifikasi Calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Penempatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) harus jauh dari peternakan hewan.

Peternakan Babi Berusia 50 Tahun

Pemilik peternakan babi, Angga Wiyana Mahardika (44), mengaku usaha peternakan babi sudah berdiri 50 tahun. Di mana, usaha tersebut merupakan usaha turun-temurun dari ayahnya.

"Usaha sudah 50 tahun, selama ini nggak ada persoalan dengan warga. Kandang turun-menurun, warisan dari bapak. Bapak saya itu, saya belum lahir sudah ternak babi. Saya ngelanjutinnya sekitar tahun 2000-an," kata Angga ditemui di rumahnya, Selasa (6/1/2026).

Dia menjelaskan lahan yang digunakan untuk dapur MBG itu sebelumnya merupakan lahan milik kakaknya. Ia tidak mengetahui kapan lahan itu dijual, namun pembangunan mulai tahun 2025.

"Nggak tahu (mau dibangun dapur MBG). Itu dulu rumah kakak saya nomor satu, warisan dari bapak. Dibeli oleh pihak MBG, nggak ada konfirmasi, nggak kulonuwun ke saya, ngerti-ngerti kok mau menjatuhkan saya," ujarnya.

"Dibeli baru, tahun 2025, saya nggak tahu dijual kapan, tahunya kalau dapur MBG ada pelang dan saya diusik," terangnya.

Kabar Kandang Babi Akan Ditutup

Kabar soal kandang babinya akan ditutup diketahui Angga dari ketua RT setempat. Dia menyebut tidak pernah merasa ingin menutup kandang babi atau peternakannya di sana.

"Bilangnya bukan ke saya, malah saya tahu dari RT saya. Itu dia itu bawa surat, minta tanda tangan RT sama tok RT, bahkan ditanya sama RT saya, 'ni mau buat apa, Pak?'. Katanya Ini mau buat menutup kandang babinya Mas Angga. Terus disahut RT saya, oh, enggak bisa no, sudah konfirmasi belum, Itu warga saya. Sudah konfirmasi ke Mas Angga belum? Belum, Pak," kata Angga menirukan percakapan RT setempat.

"Terus akhirnya Pak RT menghubungi saya, telepon saya, 'Kandangmu mau ditutup ya? Sing arep nutup sopo? MBG, Loh, nggak bisa no, wong aku rung enek konfirmasi dari saya. Setelah itu, dari pihak RT minta buat tudingan surat pernyataan warga, yang dibuat bulan Oktober 2025," sambungnya.

SPPG Bantah Minta Kandang Babi Ditutup

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbanteng, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen buka suara mengenai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampingan dengan kandang ternak babi. PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, membantah pihaknya meminta kandang babi tersebut pindah.

"Sama sekali tidak ada (minta kandang pindah). Kita sudah dua kali kulo nuwun sebelum membangun itu, kita sudah sempat sowan juga. Sebelum bangunan rumah lama dibongkar untuk SPPG, kita sudah kulo nuwun. Sebelum mulai bongkar, kita sudah permisi," katanya saat ditemui di kawasan Ngrampal, Sragen, Selasa (6/1/2026).




(alg/afn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork