Mozza Axillia Gunarsa (18), perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025 ditemukan tinggal kerangka di dalam karung di jurang jalan tol Jangli Kota Semarang. Seorang pria juga diamankan karena diduga menjadi pembunuh Mozza.
Penemuan kerangka korban juga merupakan hasil pengakuan pria berinisial MDVA (22) warga Blora. MDVA menunjukkan lokasi dimana dia membuang jasad korban tahun lalu.
Hilang Sejak Juni 2025
Pada tanggal 25 Juni 2026, Mozza pamit kepada orang tuanya untuk mengantar temannya mengembalikan laptop. Namun ternyata Mozza tidak kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak saya pamit baik-baik. Katanya mau mengantar temannya, Ayu, ke (dekat) Kodam untuk mengembalikan laptop," kata ayah Mozza, Singgih saat ditemui, Kamis (3/7/2025).
Pihak keluarga sempat mendapatkan kabar terkait penemuan barang korban. Namun lokasinya ada di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
"Dari kepolisian sendiri memang belum ada perkembangan apa-apa. Terakhir yang KTP dan HP-nya ditemukan di Semarang Utara," kata Singgih saat dihubungi detikJateng, Selasa (3/2/2026).
Polisi Temukan Petunjuk
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan pihaknya mendapatkan alat bukti baru beberapa minggu lalu. Bukti itu berupa chat Instagram korban dengan pelaku.
"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Jumat (4/9/2026).
"Di itu itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya," imbuhnya.
Dengan temuan itu, polisi melakukan penelusuran dan menuju ke sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya Kota Semarang. Disitulah diperoleh identitas terduga pelaku, MDVA alias V.
MDVA Ditangkap
"Dari situ kita laksanakan interogasi dengan pemilik rumah kos, dengan beberapa penghuni kos yang kita dapatkanlah sebuah nama dengan inisial MDVA (22)," imbuhnya.
Bodia menyebut terduga pelaku adalah orang Blora. Polisi berhasil menangkapnya di rumahnya sendiri di wilayah Blora.
"MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 (September) kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," beber Bodia.
Mengakui Pembunuhan
Setelah diinterogasi, MDVA mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Mozza tepat di hari korban hilang yaitu 25 Juni 2025. Mozza dibunuh dengan dicekik di dalam kamar kos.
"Dari situ kita interogasi informasi awal, kita dapati bahwa yang bersangkutan itu diduga kuat melakukan tindak pidana yaitu pembunuhan pada tanggal 25 Juni 2025. Lalu laporan orang hilang itu itu kan 28 Juni 2025 ya, 3 hari setelah peristiwa," terang Bodia.
MDVA dalam pengakuannya kemudian menunjukkan lokasi dimana dia membuang mayat korban. Polisi mendatangi lokasi pada Kamis (3/9) malam. Namun karena kondisi lokasi terjal, evakuasi dilakukan Jumat (4/9).
"Terduga pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," kata Bodia
"Dari situ kita malam itu karena visibilitas lokasi itu minim sekali dan kecuramannya yang lumayan, kita laksanakan tadi siang. Tadi siang kita laksanakan setelah itu kita dibantu dengan Inafis Tabes, Polrestabes Semarang serta tim SAR karena posisi lereng curam, kita laksanakan evakuasi," imbuhnya.
Korban dan Pelaku Cekcok
Aksi pembunuhan yang diakui oleh MDVA diawali dengan adu mulut dengan korban di hari kejadian. Namun polisi belum menjelaskan persoalan yang jadi dasar cekcok keduanya.
"Dari interogasi awal, terduga itu mengakui bahwa telah terjadi cekcok antara terduga dengan orang hilang," kata Bodia.
MDVA kemudian mencekik korban hingga tewas dan membuang jasadnya di jurang tol Jangli Semarang.
"(Pembunuhan dilakukan di dalam) Kamar kosnya terduga pelaku," kata Bodia
"(Membunuh dengan cara) Dicekik," imbuhnya.
Perkara tersebut saat ini ditangani oleh Polrestabes Semarang, karena lokasi kejadian ternyata ada di wilayah Kota Semarang.
Tes DNA
Untuk memastikan kerangka itu adalah Mozza, tes DNA dilakukan. Meski demikian ciri-ciri fisik mulai dari gigi, tinggi badan, hingga barang-barang yang ditemukan diakui oleh keluarga korban cocok.
"Iya bisa dipastikan itu (kerangka adalah Mozza). Dari ciri gigi yang ditambal sama jepit rambut yang ditemukan itu sesuai seperti keterangan ibunya," kata Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti melalui sambungan telepon pada detikJateng, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, Sriniti menyampaikan bahwa pakaian yang turut ditemukan bersama dengan kerangka juga sesuai. Ciri fisik berupa tinggi badan juga sama dengan Mozza.
"Pakaiannya sesuai dikenali sama ibunya, tinggi badannya juga sama," terang Sriniti.
Sriniti juga menyampaikan hasil DNA hingga kini belum keluar. Ia belum bisa memastikan estimasi waktunya.
"Hasil DNA-nya masih kita tunggu," ucap Sriniti.
