Pedagang Pasar Gempol Klaten Teriak Sepi Imbas Jembatan Rusak

Pedagang Pasar Gempol Klaten Teriak Sepi Imbas Jembatan Rusak

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 06 Jan 2026 14:19 WIB
Pedagang Pasar Gempol Klaten Teriak Sepi Imbas Jembatan Rusak
Pasar Gempol di jalan Klaten ke arah Gunungkidul, Selassa (6/1/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno dan Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten ditutup karena amblas. Pedagang Pasar Gempol mengeluh omzet pedagang anjlok setelah jembatan penghubung lalu lintas Klaten ke Kabupaten Gunungkidul, DIY, itu tidak dioperasikan.

"Ini sepi sekali. Padahal sebelum jembatan rusak selalu ramai," ungkap pemilik kios Pasar Gempol, Narto kepada detikJateng di lokasi, Selasa (6/1/2026) siang.

Pelanggan kios sembakonya, kata Narto, mayoritas warga Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno dan warga Gunungkidul di selatan sungai. Setelah jembatan rusak omzetnya anjlok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Omzet jatuh, biasanya sehari bisa dapat Rp 700 ribu, setelah jembatan penghubung rusak hanya Rp 300 ribu sehari. Harapannya ya segera dibenahi jembatannya," lanjut Narto.

Pedagang sayur, Paikem menyatakan karena jembatan ambrol hasil penjualan juga ambrol. Sehari hanya dapat Rp 150 ribu.

ADVERTISEMENT

"Sebelum Jembatan Gempol rusak cari Rp 400 ribu sehari gampang, sekarang hanya Rp 150 ribu. Pelanggan memang banyak dari Gunungkidul," ungkap Paikem kepada detikJateng.

Biasanya, kata Paikem, dirinya tidak pernah berjualan sampai siang karena jam 08.00 WIB sudah habis. Kini bertahan sampai siang juga tetap sepi.

"Sampai siang juga sepi. Padahal jualan sayur tidak mungkin seharian, jalan alternatif ada tapi jauh," imbuhnya.

Watinah, pedagang nasi bungkus keliling juga mengeluhkan hal yang sama. Omzetnya anjlok sejak jembatan ditutup karena rusak.

"Sekarang 30 bungkus saja sulit, biasanya sampai 55 bungkus. Sebelum jembatan rusak yang jualan ramai samping jembatan, sekarang pada tidak jualan," kata Watinah.

Pasar Gempol sendiri sebenarnya bukan bangunan pasar megah. Namun hanya deretan kios dan pedagang oprokan di kanan kiri jalan Desa Kadilanggon ke arah Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Pasar yang cukup ramai tersebut persis berada di utara jembatan Gempol yang rusak. Jenis dagangan mulai dari sembako, kelontong, sayuran, pakaian dan kebutuhan lainnya.

Sebelumnya diberitakan, jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno dan Desa Kadilanggon Kecamatan Wedi, ambles. Jembatan penghubung Klaten-Gunungkidul itu kini ditutup karena rusak parah.

Kondisi jembatan sepanjang sekitar 25 meter tersebut retak di ujung utara dan selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi utara retak dan longsor.

Badan jembatan di atas Sungai Dengkeng tersebut kini melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR, dan kepolisian menutup lokasi dengan water barrier dan police line.

Seorang warga Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Sutarjo (63) mengatakan jembatan itu baru diketahui rusak pada siang ini. Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, warga masih bisa lewat.

"Jam 10.00 WIB tadi warga masih bisa lewat. Habis Jumatan warga baru ribut karena jembatan retak tidak bisa dilewati," kata Sutarjo kepada detikJateng, Jumat (2/1/2025).

Sutarjo menyebut jembatan itu berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten dan Gunungkidul. "Ini jalur penghubung lalu lintas Klaten dan Gunungkidul. Ini mendadak (rusaknya), tidak diduga sebelumnya," ujar Sutarjo.




(aku/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads