Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang 2 Hari

Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang 2 Hari

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 06 Jan 2026 09:00 WIB
Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet Diperpanjang 2 Hari
Relawan melakukan pencarian pendaki yang hilang di Gunung Slamet. Foto: Dok. Relawan Pencarian Pendakian Gunung Slamet.
Pemalang -

Operasi pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), yang sebelumnya telah resmi ditutup kini diperpanjang dua hari hingga Rabu (7/1). Perpanjangan pencarian dilakukan atas permintaan pihak keluarga.

Diketahui, apel penutupan operasi SAR telah digelar di Posko Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Senin Sore (5/1), pukul 16.00 WIB.

Unit Siaga Sar (USS) Basarnas Pemalang, Handika, menjelaskan penutupan operasi bersifat resmi sesuai prosedur pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari. Namun demikian, Basarnas memutuskan menambah waktu pencarian selama dua hari ke depan atas permintaan keluarga korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara resmi telah ditutup. Tapi pencarian ditambah dua hari sampai Rabu. Penutupan (pencarian survivor) bersifat global, namun atas permintaan keluarga survivor, Basarnas memperpanjang operasi pencarian dua hari," kata Handika kepada detikJateng melalui pesan singkat, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin, menegaskan penutupan operasi SAR secara resmi dilakukan pada Senin pukul 16.00 WIB.

"Resmi penutupan Senin jam 16.00 WIB. Kemudian, dari permintaan keluarga, Basarnas memperpanjang pencarian dua hari," ungkap Agus saat dihubungi melalui pesan singkat.

Meski operasi resmi ditutup, BPBD Pemalang tetap mendukung upaya lanjutan pencarian yang dilakukan Basarnas dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

"BPBD tetap memfasilitasi dan memantau perkembangan," imbuhnya.

Agus memastikan, selama masa perpanjangan dua hari tersebut, pencarian tetap dilakukan di bawah koordinasi Basarnas dengan melibatkan relawan yang masih bersedia melanjutkan operasi.

Operasi pencarian selama tujuh hari yang melibatkan ratusan personil tim relawan dibawa kendali Basarnas, telah melakukan pencarian penyisiran baik di jalur pendakian maupun di luar jalur pendakian, termasuk menyusur jalur sungai dan lembah-lembah. Namun, hingga Senin (05/01/2026) sore belum membuka hasil.

Pencarian Diperluas hingga Baturaden

Operasi pencarian hari ini, Selasa (6/1), direncanakan satu tim akan menyusur hingga Baturaden, baik di jalur pendakian maupun di luar jalur pendakian. Sedangkan tim lain, dari pos 4 dan 3, melakukan penyisiran kembali di luar jalur trek pendakian.

"Hari ini rencananya kita turunkan 4 SRU (Search and Rescue Unit). Tim akan menyusur hingga sampai Baturaden, tim lainnya dari pos 4 dan pos 3 melakukan pencarian di sekitar itu, di luar jalur pendakian. Satu tim lagi melakukan penyisiran jalur pendakian," kata Handika.

Handika menambahkan, cuaca hari ini mendukung untuk memaksimalkan upaya pencarian survivor.

"Kami mohon doanya agar survivor pada hari ini bisa kita tentukan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua pendaki yang juga pelajar SMA dari Magelang hilang usai melakukan pendakian di Gunung Slamet, Sabtu (27/12/2025) malam. Keduanya yakni Himawan dan Syafiq Ali melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Pemalang, dengan cara tektok.

Sesuai registrasi, keduanya seharusnya telah turun dan masuk ke Basecamp Dipajaya pada Minggu (28/12/2025) sore. Namun, hingga malam, keduanya tidak ada kabar. Relawan setempat kemudian melakukan upaya pencarian.

Pagi harinya ditemukan salah satu pendaki, yakni Himawan. Himawan ditemukan di luar jalur pendakian di sekitar pos 9. Ia langsung dievakuasi ke Basecamp Dipajaya. Himawan dan Syafiq Ali, terpisah di sekitar pos 9. Syafiq Ali sedianya akan mencari bantuan karena kaki Himawan cedera. Namun, hingga saat ini Syafiq Ali belum ditemukan.




(apl/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads