Fakta-fakta Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet

Round-Up

Fakta-fakta Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 03 Jan 2026 07:38 WIB
Pencarian pendaki hilang asal Magelang di Gunung Slamet terkendala cuaca buruk, Kami (1/1/2026).
Pencarian pendaki hilang asal Magelang di Gunung Slamet terkendala cuaca buruk, Kami (1/1/2026). (Foto: dok. Relawan Pemalang dan Basecamp Dipajaya)
Solo -

Proses pencarian pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet, Pemalang, masih terus dilakukan. Syafiq Ali ternyata pamit ke orang tua untuk ke Gunung Sumbing dan dia juga sempat membawa tulisan pesan untuk mantan.

Ali dan rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Magelang, melakukan melakukan registrasi pendakian di Basecamp Dipajaya pada hari Sabtu (27/12), pukul 23.00 WIB, untuk pendakian tektok atau pendakian cepat.

Keduanya, diperkirakan akan turun pada hari Minggu pukul 17.00 WIB. Namun, hingga pukul 21.00 WIB, keduanya belum kunjung turun ke basecamp. Kemudian, pihak basecamp Dipajaya, memberangkatkan 2 personel ke jalur pendakian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Senin (29/12/2025), sekitar pukul 09.00 WIB, tim basecamp menemukan survivor 1 atas nama Himawan di sekitar pos 9 dalam kondisi lemas. Himawan kemudian dievakuasi ke basecamp. Sesampainya di basecamp pukul 17.50 WIB, Himawan kemudian mendapat penanganan oleh tim kesehatan.

Terkendala Cuaca Buruk

Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Andri Adi mengatakan cuaca buruk memang menjadi kendala, namun pencarian tetap lanjut. Pencarian pendaki asal Kramat Utara, Magelang, itu dilakukan di sekitar jalur pendakian hingga ke pos 9.

ADVERTISEMENT

"Meski cuaca buruk, apel dan penerjunan personil pencaharian tetap lanjut," kata Andri, Kamis (1/1/2026).

Diduga Keluar Jalur Pendakian


Unit Siaga SAR Basarnas Pemalang, Handika mengatakan pencarian di luar jalur pendakian juga dilakukan berkaca dari penemuan salah satu pendaki yang telah berhasil dievakuasi.

"Hari ini kita turunkan 70 personel untuk pencarian dan menyasar ke lembah-lembah. Ya, satu korban selamat ditemukan sudah keluar dari jalur pendakian," ungkap Handika saat ditemui di Basecamp Dipajaya, Clekatan, Pulosari, Pemalang, Jumat (2/1/2026).

"Ya, tersesat, di luar jalur semestinya. Diduga tengah mencari sumber air di sekitar jalur sungai," imbuhnya.

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil pelacakan titik koordinat ponsel yang dibawa oleh korban.

"Kita mendapatkan titik koordinat dari IMEI HP yang berada di bawah pos lima. Jadi di antara pos lima sama pos empat," ungkapnya.

"Itu bukan di jalur pendakian. Jadi mereka berada di jalur sungai yang di bawah jalur Dipajaya sama Bambangan. Itu di jalur sungai," jelas Handika melanjutkan.

Puluhan Warlok Turun Tangan

Demi mencari keberadaan pendaki tersebut, 23 pemuda yang merupakan warga lokal bergabung dengan tim pencarian. Sebelum berangkat, sekelompok warga ini juga diberi briefing oleh USS Basarnas Pemalang untuk pembagian titik pencarian. Mereka juga diminta tetap berhati-hati. Tim dari warga ini pun dilepas Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno.

"Ya, ini kepedulian warga sini. Tanpa paksaan, kita bantu melakukan pencarian. Meskipun kita mengenal wilayah karena warga lokal, kita tetap patuhi aturan yang tadi disebutkan Basarnas," ucap Sutrisno ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).

Tim relawan dari berbagai daerah juga berdatangan ke Basecamp Dipajaya untuk membantu pencarian. Hingga sore kemarin tercatat ada 39 tim relawan yang mencari.

"Ya, tim relawan mulai berdatangan. Nggak ada jeda bergantian, naik turun. Ya, karena butuh tenaga ekstra. Luar biasa tim relawan ini," ucap Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana saat melakukan pengecekan di Basecamp Dipajaya.

Tim-tim ini menyebar di beberapa titik, saling bergantian untuk upaya pencarian. Namun, kali ini berfokus pada lembah-lembah di Pos 4 hingga 6.

"Beberapa tim bergerak akan melaksanakan pengecekan juga seputar jalan-jalan yang curam, lembah seputar pos 4, 5 dan 6," ungkap Rendy.

Pamit ke Sumbing

Kakak korban Ali, Naufal Hisyam (24), mengatakan adiknya berangkat mendaki dengan temannya, Himawan Choidar Bahran. Awalnya Ali pamit akan ke gunung Sumbing.

"Waktu itu (tanggal 27 Desember) bilangnya mau pergi ke Gunung Sumbing, awalnya. Terus, ternyata tiba-tiba di Slamet, ngefotoin (kirim foto ke orangtua) ada di basecamp Slamet itu," kata Naufal saat ditemui di rumahnya Perum Depkes Blok D2/16, Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jumat (2/1/2026).

"Kan terus ibu saya kan sebenarnya agak kaget kok bisa-bisanya sampai di Slamet. Terus yaudah ibu saya 'iyain aja karena udah terlanjur sampai di sana'. Terus ditanya sama ibu saya naik ke atas jam berapa, katanya jam 11 malam (23.00 WIB). Terus ramai nggak? Katanya ramai, bareng-bareng, ada yang lainnya," sambungnya.

Ali yang merupakan putra ketiga PNS Pemkot Magelang, pasangan Dhani Rusman dan Utari Januari itu tercatat sebagai siswa kelas 12 jurusan IPS di SMAN 5 Kota Magelang. Untuk pendakian tersebut dilakukan dalam satu hari atau tektok.

"Terus ditanya pulangnya kapan? Katanya Minggu sore. Itu kan berangkatnya hari Sabtu tanggal 27, harusnya kan pulangnya tanggal 28 gitu. Soalnya adik saya posisinya tektok bukan ngecamp. Terus ditungguin sampai Minggu kok gak ada kabar," imbuhnya.

Minta Bantuan Orang Pintar

Berbagai upaya pencarian dilakukan termasuk dengan bantuan orang pintar. Ayah Ali pun datang langsung ke lokasi untuk ikut dalam pencarian.

"Terus juga sudah minta bantuan sama yang orang pintar, katanya adik saya itu kan lagi diajak main sama yang penunggunya sana. Tadi kan barusan saya juga nemuin pakdenya, kakak kelas saya. Katanya adik saya katanya mau dikembalikan jam sekitar jam 12 siang ini mungkin ditunggu sampai sore. Semoga berhasil (ditemukan)," kata dia.

Sementara itu, para tetangga korban berdoa bersama semoga Ali segera ditemukan. Doa bersama tersebut dilangsungkan di masjid maupun saat pengajian.

"Pada mendoakan ada pengajian di masjid. Ya cuman beritanya hilang sampai sekarang belum (ketemu). Hari Senin sore (warga tahunya hilang). Tadi, Jumatan didoakan di masjid," kata Titin Suyatin (62), tetangga korban.

Bawa Tulisan untuk Mantan

Papan bertuliskan 'HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL' ditemukan dalam jaket pendaki yang selamat, Himawan. Tulisan untuk mantan itu memang sengaja dipesan oleh Ali di online dan dibawa saat pendakian.

"Ya, kami temukan papan tulisan itu saat menemukan survivor pertama. Dalam jaket. Kondisi tubuhnya lemas dan langsung kita evakuasi ke Basecamp Dipajaya," kata Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).

Kondisi Himawan sendiri saat sehat. Bahkan, bisa diajak komunikasi sebatas obrolan yang ringan-ringan.
Himawan membenarkan tulisan itu sengaja dibawa sampai puncak. Dikatakannya memang Syafiq Ali menjalin hubungan dengan seseorang. Namun sering putus nyambung.

"Iya, milik dia (Syafiq Ali). Pesan dulu di online baru saya yang bawa, saya masukin ke jaket. Di atas berfoto dengan itu. Ya, katanya untuk ramai-ramai saja," kata Himawan.

Halaman 2 dari 2
(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads