Proses pencarian pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet, Pemalang, masih terus dilakukan. Warga lokal (warlok) pun ikut membantu pencarian tersebut.
Sekelompok warga lokal berjumlah 23 orang pemuda ini, didampingi tim relawan lainnya, berangkat Jumat (2/1/2026) pukul 13.40 WIB. Sebelum berangkat, sekelompok warga ini juga diberi briefing oleh USS Basarnas Pemalang untuk pembagian titik pencarian.
Mereka juga diminta tetap berhati-hati. Tim dari warga ini pun dilepas Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, ini kepedulian warga sini. Tanpa paksaan, kita bantu melakukan pencarian. Meskipun kita mengenal wilayah karena warga lokal, kita tetap patuhi aturan yang tadi disebutkan Basarnas," ucap Sutrisno ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026).
Tampak puluhan pemuda warga Clekatakan juga membawa perbekalan. Mereka berniat bermalam di atas.
"Gantian dengan tim lainnya. Kita bawa perbekalan juga sekalian dropping logistik di beberapa titik," ungkap Sutrisno.
Tim Relawan Berdatangan
Hingga siang ini, tim-tim relawan dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Basecamp Dipajaya, untuk membantu pencarian. Dari catatan Basecamp Dipajaya, hingga pukul 15.00 WIB hari ini, tercatat ada 39 tim relawan yang telah bergabung.
Warga lokal ikut bantu cari Syafiq pelajar asal Magelang hilang di Gunung Slamet, Jumat (2/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng |
Saat ini, tim menyebar dalam satu arahan dari Basarnas Pemalang. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, membenarkan soal adanya relawan yang ikut membantu pencarian korban.
"Ya, tim relawan mulai berdatangan. Nggak ada jeda bergantian, naik turun. Ya, karena butuh tenaga ekstra. Luar biasa tim relawan ini," ucap Rendy saat melakukan pengecekan di Basecamp Dipajaya.
Tim-tim ini menyebar di beberapa titik, saling bergantian untuk upaya pencarian. Namun, kali ini berfokus pada lembah-lembah di Pos 4 hingga 6.
"Beberapa tim bergerak akan melaksanakan pengecekan juga seputar jalan-jalan yang curam, lembah seputar pos 4, 5 dan 6," ungkap Rendy.
Korban dan temannya diketahui mendaki di Gunung Slamet pada sabtu (27/12/2025) pukul 23.00 WIB. Namun, pada Senin (29/12) hanya rekan korban, Himawan, yang ditemukan dalam kondisi lemas. Korban Syafiq disebut terakhir terlihat di sekitar Pos 9.
Tim gabungan juga telah melakukan penyisiran berulang kali dari Pos 1 hingga sampai puncak. Namun belum membuahkan hasil.
"Kita berdoa agar upaya pencarian hari ini bisa membuahkan hasil," pungkasnya.
(ams/alg)












































