Tanggul Kali Babon di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang jebol akibat derasnya hujan yang mengguyur Kota Semarang. Ratusan kepala keluarga terdampak akibat kejadian itu.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Tugu itu viral di media sosial usai diunggah salah satu akun Instagram, @kejadiansmg. Tampak air berwarna coklat menggenangi perumahan di kawasan tersebut.
"Mangkang sore ini terendam banjir. Air kali mbeludak kepemukiman warga," tulis akun @kejadiansmg, Jumat (26/12/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dimintai konfirmasi, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tanggul jebol terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Ngaliyan.
"Banjir terjadi di beberapa lokasi, antara lain Kampung Wonosari Perum Mangkang Indah, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Mangkang Kulon, serta Mangunharjo di RT 01, RT 05, dan RT 06," kata Endro saat dihubungi detikJateng.
Tanggul jebol di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jumat (26/12/2025). Foto: Dok. BPBD Kota Semarang |
Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi. Di Kampung Wonosari, genangan air mencapai sekitar satu meter, sementara di Mangkang Kulon ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.
"Tanggul di tiga titik di Mangungharjo yang terdampak 300 KK. Tanggul yang jebol sepanjang kurang lebih 7 meter di RT 02 RW 02 Mangkang Kulon, yang terdampak sekitar 15 KK," jelasnya.
"Kemudian di Perum Mangkang Indah yang terdampak di RT 1-13, RW 02. Untuk yang terdampak 500 KK, 1.200 jiwa," lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, ratusan kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter di permukiman warga.
"Air masuk rumah warga, setinggi sekitar 40 centimeter. (Ada yang mengungsi?) Sampai saat ini tidak ada. (Ada korban jiwa?) Tidak ada," ungkapnya.
Terkait penyebab jebolnya tanggul, Endro menjelaskan hal tersebut dipicu derasnya aliran air di Kali Babon yang tidak mampu ditahan oleh tanggul.
"Karena tanggul itu memang usianya juga relatif sudah relatif tua dan nampaknya juga tidak bisa menahan luapan air dari kali Babon yang memang sangat deras, alirannya sangat deras," ujarnya.
Ia mengatakan, BPBD Kota Semarang bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sudah melakukan penanganan darurat di lokasi.
"Tim Pemkot Semarang, DPU, BPBD, dan koordinasi dengan BBWS sedang melakukan penambalan darurat menggunakan sandbag di beberapa titik tanggul yang jebol," jelasnya.
Penanganan sementara difokuskan pada penambahan dan peninggian sandbag, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan.
"Ke depan ini akan menjadi atensi BBWS, apakah nanti dilakukan peninggian talut. Yang jelas, untuk darurat sekarang kita lakukan penambalan sandbag," katanya.
Endro juga mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih bisa terjadi, terutama di wilayah hulu. Sedangkan saat ini air yang menggenangi permukiman warga sudah mulai surut.
"Warga kami imbau tetap waspada, karena bisa jadi ada hujan turun kembali deras, terutama di wilayah atas," tuturnya.
"Yang pasti dari Pemerintah Kota Semarang tetap akan melakukan langkah-langkah untuk penanganan kedaruratannya dalam bentuk apapun," lanjutnya.
Endro menyebut, luapan air juga sempat menggenangi jalan utama Pantura Semarang-Kendal, tepatnya di kawasan Sango. Namun saat ini kondisi air sudah surut dan lalu lintas kembali normal.
"Iya, tadi air sampai ke jalan utama di Sango. Sekarang sudah surut dan lalu lintas lancar kembali," ujarnya.
Hal itu dirasakan warga asal Gunungpati yang melintas dari arah Mangkang menuju Krapyak, Habib (18). Ia menyebut ketinggian air cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan.
"Kira-kira sekitar 15 sentimeter. Lumayan agak tinggi, banyak motor juga yang mogok. Saya lagi jalan dari Mangkang ke Krapyak," kata Habib kepad detikJateng.
"Katanya sih karena tanggul jebol, tapi menurut saya juga karena hujannya lama. Dari sebelum Jumatan sampai sekitar jam 16.00 WIB sore. Selain itu posisi jalan juga agak tidak rata, jadi airnya nggak bisa mengalir," lanjutnya.
Akibat banjir tersebut, kemacetan terjadi di salah satu arah lalu lintas. Kendaraan tampak mengular terutama dari arah Tugu menuju Mangkang.
"Biasanya cuma genangan, nggak sampai kayak gitu. Ini lebih tinggi dan cuma di titik itu saja," ungkap Habib.
"Kayaknya nggak ada jalan alternatif. Mending jangan lewat situ dulu. Soalnya ini jalan utama. Mau nggak lewat sini," pungkasnya.
Simak Video "Video: Kecelakaan Karambol di Tol Gayamsari Semarang, 8 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/alg)












































