Korban Laka Maut Tol Krapyak Dimakamkan di Klaten Bertambah Jadi 6 Orang

Korban Laka Maut Tol Krapyak Dimakamkan di Klaten Bertambah Jadi 6 Orang

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 24 Des 2025 20:44 WIB
Korban Laka Maut Tol Krapyak Dimakamkan di Klaten Bertambah Jadi 6 Orang
Suasana pemakaman dua korban lakalantas di Desa Kalikebo, Trucuk, Klaten. Foto: Dok. detikJateng.
Klaten -

Jumlah korban tewas kecelakaan bus PO Cahaya Trans di simpang susun exit tol Krapyak, Semarang yang dimakamkan di Klaten total jadi enam orang. Dua tambahan terakhir ber-KTP luar daerah tetapi dikebumikan di Klaten.

"Betul total yang dikebumikan di Klaten ada 6. Yang ber-KTP Klaten ada empat orang," ungkap Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Klaten, Suko Raharjo kepada detikJateng, Rabu (24/12/2025) siang.

Awalnya jumlah jenazah yang dipulangkan dan dimakamkan di Klaten ada empat. Namun seiring perkembangan, ada korban yang ber-KTP Tangerang tapi aslinya dari Klaten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seiring perkembangan ada yang ber-KTP Ciputat, Tangerang, tapi aslinya orang Desa Balak, Kecamatan Cawas, sehingga dimakamkan di sini (Klaten)," papar Suko.

ADVERTISEMENT

Ada satu lagi korban yang alamatnya di Bogor tapi ternyata asli orang Jogonalan, sehingga dimakamkan di Jogonalan.

"Jadi yang domisili Klaten dan ber-KTP Klaten ada empat. Yang warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi, yang Desa Kalikebo pasangan suami istri dan satunya Pak Srihono warga Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring,'' lanjut Suko.

Sebelumnya diberitakan, empat orang warga Kabupaten Klaten menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Exit Tol Krapyak, Semarang, tadi pagi. Empat orang antara lain satu warga Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, dua orang warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, dan satu warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi.

"Jadi ada empat orang meninggal dari Klaten. Dua dari Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, satu Desa Melikan, Kecamatan Wedi dan satu di sini (Desa Pundungan)," kata Kepala
Kantor Pelayanan Jasa Raharja Cabang Klaten, Suko Raharjo kepada detikJateng saat mendatangi rumah duka korban meninggal, Srihono (53), di Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Senin (22/12).

Dijelaskan Suko, pihaknya hanya mendapatkan data warga yang meninggal. Sedangkan untuk warga Klaten yang terluka pihaknya belum mengetahui.

"Data yang luka belum tahu, masalahnya kejadian di Semarang. Kami hanya mendapatkan mandat untuk mendatangi ahli waris di Klaten," papar Suko.

Menurut Suko, hari ini pihaknya mendatangi ahli waris untuk memberikan penjelasan. Terutama terkait pengumpulan data administrasi.

"Kita segera agar segala administrasi bisa segera kita kumpulkan, sehingga bisa segera kita kirim ke kantor pusat di Jakarta untuk proses pencairan santunan," tutur Suko.




(apl/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads