Lagu Bengawan Solo biasa mengalun menyapa para penumpang di Stasiun Balapan. Namun, belakangan lagu ciptaan Gesang Martohartono itu tak lagi diperdengarkan di stasiun usai polemik royalti.
Konon lagu Bengawan Solo tak lagi mengalun sejak akhir Juli 2025 lalu. PT KAI Daop 6 pun tak memerinci alasan lagu itu tak diputar lagi.
"Memang untuk sementara lagu tersebut tidak diputarkan dulu. Sudah sejak Juli lalu (tidak diputar," kata Manajer Humas Daop 6, Feni Novita Saragih, saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada evaluasi internal, sambil paralel sedang kita evaluasi secara internal dulu," jawab Feni tanpa memerinci alasan lagu itu disetop.
Tanpa Lagu Bengawan Solo, suasana di stasiun pun terasa hening. Padahal biasanya, Bengawan Solo menjadi penanda datangnya kereta rel listrik (KRL). Hal ini pun dirasakan salah satu penumpang asal Jogja, Ima.
"Ya sepi, terus gimana biasanya ada. Ini juga di Solo nggak ada lagu kayak gimana gitu," cetus Ima.
Hal senada disampaikan pelanggan KRL lainnya, Mulato. Dia mengaku kehilangan ciri khas Stasiun Balapan.
"Itu jadi penanda ya atau identitas sepertinya. Hanya stasiun-stasiun KA di Solo. Menurutku ya sayang ya ketika itu ciri khas stasiun di Solo menjadi penanda tetiba hilang sunyi senyap gitu," jelas Mulato.
Sementara itu, keluarga pencipta Bengawan Solo justru tak mempersoalkan jika lagu itu terus diputar. Sebab, lagu keroncong Bengawan Solo dan Stasiun Balapan sudah menjdi ikon Kota Solo.
"Sebenarnya kalau saya pribadi ya nggak masalah, juga kita malah bangga, tapi kan orang kan sendiri-sendiri pemikirannya. Bagi saya sekarang kalau nggak di situ di mana lagi bisa diputar," ujar keponakan Gesang, Yani Effendi saat ditemui di kediamannya di Kemlayan, Solo, Kamis (28/8).
"Istilahnya kan tempat umum. Ikon Solo, nggak apa-apa sebetulnya, kan di Kota Solo kan," ujar dia.
Yani pun khawatir jika Bengawan Solo bakal dilupakan jika tak lagi diputar.
"Kan kalau nggak diputer kan nanti malah semakin dilupakan. Menurut saya gitu. Menurut saya sebetulnya nggak masalah, ini pribadi log. Tapi nggak tahu kalau orang yang musisi yang berjiwa bisnis kan mesti mikirnya ke situ, ke arah iya rupiah ya," ujar Yanny.
(ams/apu)