Lirik Lagu Bengawan Solo Gesang Beserta Pencipta dan Maknanya yang Mengharukan

Lirik Lagu Bengawan Solo Gesang Beserta Pencipta dan Maknanya yang Mengharukan

Anindya Milagsita - detikJateng
Jumat, 29 Agu 2025 15:55 WIB
Ilustrasi not lagu
Ilustrasi not lagu. (Foto: Getty Images/iStockphoto/CJ_Romas)
Solo -

Setiap daerah memiliki ciri khas dan ikon masing-masing, tidak terkecuali Solo. Di Solo ada sebuah lagu yang melekat erat di dalam ingatan siapa saja yang pernah singgah di kota ini, salah satunya ada Bengawan Solo yang diciptakan oleh Gesang. Untuk bernostalgia bersama, mari simak lirik lagu Bengawan Solo lengkap dengan pencipta dan maknanya yang begitu mendalam.

Untuk diketahui, meski mungkin lebih dikenal sebagai sebuah lagu, ternyata Bengawan Solo adalah sebuah sungai yang letaknya ada di Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya dapat dijumpai di Solo saja, sungai ini membentang panjang dari wilayah satu ke wilayah lainnya yang ada di provinsi ini.

Menurut buku 'Cepat Bisa...!!! RPUL SD' karya AD Hartanto, Bengawan Solo adalah sungai terpanjang yang ada di Pulau Jawa. Panjang Sungai Bengawan Solo mencapai 548 km. Adapun hulu Sungai Bengawan Solo terletak di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah. Sementara itu, muaranya berada di Gresik, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sungai Bengawan Solo membentang sepanjang dari Wonogiri, Pacitan, Sukoharjo, Klaten, Surakarta atau Solo, Sragen, Ngawi, Blora, Magetan, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Tak hanya sampai di situ saja, Bengawan Solo sebagai lagu juga tak kalah populer di telinga masyarakat Indonesia.

Bahkan instrumen dari lagu ini juga sempat menjadi melodi yang menyambut kedatangan maupun mengantar keberangkatan penumpang di Stasiun Balapan Solo. Nah, bagi detikers yang tertarik ingin ikut menyanyikannya, simak lirik lagu Bengawan Solo karya Gesang berikut ini.

ADVERTISEMENT

Lirik Lagu Bengawan Solo Gesang

Secara umum, lagu Bengawan Solo memiliki melodi khas keroncong. Seperti judulnya, lagu ini menggambarkan suasana di Sungai Bengawan Solo. Mengutip dari publikasi 'Politik Spasial dalam Lirik Lagu "Bengawan Solo" dan "Di Tepinya Sungai Serayu": Analisis Pasca-kolonial Sara Upstone' oleh Hary Sulistyo, berikut lirik lagu Bengawan Solo karya Gesang:

Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani

Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Di musim hujan air
Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu
Riwayatmu dulu
Kaum pedagang slalu
Naik itu perahu

Sejarah Lagu Bengawan Solo

Sebagai salah satu lagu yang bisa dibilang legendaris karena masih diperdengarkan sampai saat ini, Bengawan Solo menyimpan sejarah yang tak kalah menarik untuk ditelusuri. Denny Sakrie dalam bukunya '100 Tahun Musik Indonesia' memberikan informasi lagu Bengawan Solo diciptakan oleh Gesang pada usia yang masih muda.

Dikatakan Gesang menulis lagu Bengawan Solo pada usia yang ke-23 tahun. Momentum tersebut terjadi di tahun 1940. Lagu Bengawan Solo ditulis oleh Gesang saat dirinya tengah duduk di tepian Sungai Bengawan Solo.

Pada saat itu, Gesang merasa kagum dengan aliran sungai yang mengalir di sepanjang mata memandang. Keindahan Sungai Bengawan Solo inilah yang membuat Gesang mendapatkan ilham dan inspirasi untuk menuangkannya sebagai sebuah komposisi lagu.

Sebagai sosok yang belum punya latar belakang menjadi komponis, Gesang memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikan lagu Bengawan Solo. Tercatat butuh waktu 6 bulan lamanya Gesang membuat komposisi lagu ini.

Menariknya, popularitas lagu Bengawan Solo ternyata tidak hanya dikenal oleh masyarakat di Indonesia saja. Lagu ini bahkan mendapatkan popularitas di luar negeri, tepatnya di Jepang. Hal ini dikarenakan ada sebuah film Jepang berjudul Stray Dog atau Nora Inu (1949) karya sutradara Akira Kurosawa yang menggunakan lagu Bengawan Solo sebagai latar belakang musik.

Semenjak itulah, lagu Bengawan Solo memiliki tempat tersendiri di hati beberapa penggemar yang berasal dari Jepang. Kecintaan penggemar dari Jepang akan lagu Bengawan Solo membuat mereka membangun Taman Gesang di area tak jauh dari Sungai Bengawan Solo. Bangunan tersebut berdiri di tahun 1983 silam. Seluruh biaya pembangunan Taman Gesang ditanggung oleh Dana Gesang, yaitu lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.

Makna Lagu Bengawan Solo

Setiap lagu sering kali menyimpan makna yang mendalam. Entah itu berkaitan dengan penciptanya atau kondisi yang digambarkan di dalam setiap liriknya. Hal ini juga berlaku bagi lagu Bengawan Solo karya Gesang.

Menurut buku 'Indonesia Pusaka' oleh Dr Sopan Adrianto, SE, MPd, makna lagu Bengawan Solo menggambarkan secara jelas Sungai Bengawan Solo. Melalui lirik-liriknya, Sungai Bengawan Solo menjadi salah satu lokasi yang banyak dikenang oleh orang.

Tidak hanya di zaman dahulu saja, tapi juga zaman sekarang. Kemudian Sungai Bengawan Solo di musim hujan mampu memiliki debit air yang meluap sampai jauh, sedangkan saat kemarau justru hanya sedikit. Dikatakan lagu ini sekaligus membuka mata masyarakat lingkungan sudah mengalami perubahan.

Di tengah lingkungan yang masih asri dan terjaga ekosistem di zaman dahulu saja, air Sungai Bengawan Solo sering meluap. Apalagi sekarang yang mana lingkungan menjadi perhatian besar bagi masyarakat. Di dalam lagu ini juga digambarkan hulu dan hilir sungai yang membentang jauh sekali. Sebelum akhirnya benar-benar bermuara ke laut.

Lagu ini juga turut menceritakan kondisi Sungai Bengawan Solo di zaman dahulu yang masih dilalui oleh perahu yang hilir mudik ke sana dan ke mari. Bahkan para pedagang akan menggunakan sungai yang ada untuk menjual barang dagangannya.

Sementara itu, di dalam 'Buku Panduan Guru Seni Musik' karya Caecilia Hardiarini, dkk., makna lagu Bengawan Solo menggambarkan jernihnya Sungai Bengawan Solo yang ada di kota kelahiran Gesang, yaitu Solo. Pada saat lagu ini dibuat, Sungai Bengawan Solo menjadi sarana vital bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Inilah alasan yang membuat lirik demi lirik dalam lagu Bengawan Solo terasa hidup dan indah untuk didengar.

Siapa Itu Gesang?

Sebelumnya telah banyak disebutkan Gesang sebagai pencipta lagu Bengawan Solo. Namun, sebenarnya siapakah Gesang itu? Masih mengutip dari buku yang sama, yaitu 'Buku Panduan Guru Seni Musik', Gesang dikenal sebagai seorang musisi yang belajar seni musik secara otodidak. Hal ini dikarenakan dirinya adalah penyanyi yang dulunya tampil dari satu acara ke acara lainnya.

Di era kolonial Belanda pada tahun 1940, Gesang menciptakan lagu dengan irama keroncong menggunakan alat musik seruling yang dimilikinya. Pada saat itu, dirinya mengagumi keindahan Sungai Bengawan Solo, sehingga berusaha menuangkannya pada sebuah lagu.

Disebutkan dalam buku 'Terlengkap Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Lagu Daerah, dan Lagu Anak Indonesia' karya Wildan Bayudi, Gesang memiliki nama asli Gesang Martohartono. Gesang lahir di Solo, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1917.

Sebagai seorang penyanyi keroncong, Gesang mengasah kemampuannya dalam mengkomposisi lagu melalui Bengawan Solo. Tak hanya dikenal di Indonesia, Bengawan Solo sangat populer di Asia sampai Pasifik, terutama di Jepang.

Popularitas lagu Bengawan Solo di kancah Internasional membuat lirik lagunya diubah ke dalam 13 bahasa. Termasuk Inggris, Jepang, dan Tionghoa. Bahkan lagu Bengawan Solo juga diubah dalam bahasa Polandia oleh Marek Sewen dan Roman Sadowski.

Di tahun 2004 lalu, terdapat sebuah film dokumenter berjudul Gesang Sang Maestro Keroncong yang dibuat untuk menghormati dan menghargai karya maestro keroncong ini. Gesang telah meninggal dunia pada 20 Mei 2010.

Demikian tadi mengenai lirik lagu Bengawan Solo yang diciptakan oleh Gesang lengkap dengan makna dan sekilas sejarahnya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan baru bagi detikers, ya.




(sto/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads