Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo kembali ricuh antara massa dengan aparat kepolisian. Polisi yang sempet memukul mundur massa dari Gladak hingga depan Polresta Solo, kembali berhadapan dengan massa.
Di saat bersamaan, solidaritas ambulans tengah berkumpul di depan Polresta Solo, untuk menuntut keadilan karena ada relawan mereka yang terluka pada demo ojek online di depan Mako Brimob, Kota Solo.
Massa yang tadinya dipukul mundur, sekira pukul 23.00 WIB membuat ulah di timur simpang empat Gendengan, atau timur Mapolresta Solo. Di sana, massa kembali melakukan pelemparan, hingga bakar-bakaran di tengah jalan Slamet Riyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya di situ, massa dari sisi barat Mapolresta Solo juga membuat ulah dengan melakukan pelemparan. Padahal banyak mobil ambulans yang tengah berjejer.
"Untuk relawan, jangan terprovokasi," ucap koordinator ambulans, Jumat (29/8/2025).
Polisi mencoba mengendalikan situasi, dengan menekan massa untuk mundur. Gas air mata kembali ditembakkan untuk membubarkan massa yang masih berkerumun di jalan Slamet Riyadi.
Akibat aksi ini, Jalan Slamet Riyadi jadi lumpuh. Kendaraan yang melintas mencari alternatif jalan lain, untuk menghindari lokasi demo.
Sekitar pukul 21.48 WIB, massa dipukul mundur oleh polisi yang juga menembakkan gas air mata ke arah massa.
Diketahui, unjuk rasa sebelumnya digelar di Mako Brimob Solo. Setelah itu massa yang terdiri dari ojol dan warga itu berpindah ke Bundaran Gladak Solo.
Salah satu kelompok yang menggelar aksi adalah Driver ojek online (ojol) Solo Raya menggelar aksi di depan Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo. Aksi tersebut menindaklanjuti tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob di Jakarta.
"Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan-kawan kami yang ada di Jakarta, yang nyambung dengan apa namanya demo yang ada di Jakarta dan kawan kami menjadi korban," kata Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, Djoko Saryanto, dihubungi detikJateng, Jumat (29/8).
(afn/apu)