Polisi masih berusaha membubarkan massa demo di sekitaran Gladak Solo, malam ini. Massa mundur dan berlarian di Jalan Slamet Riyadi.
Dari pantauan detikJateng, massa membakar sampah di beberapa titik sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Massa juga masih bersiaga di sana.
Sekira pukul 21.45 WIB, massa di simpang empat Nonongan mulai berjalan ke arah timur mengarah ke Bundaran Gladak. Di sana, polisi telah membuat barikade. Nampak massa menyalakan kembang api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi sempat memukul mundur massa, hingga mereka kembali ke simpang empat Nonongan.
Akibat aksi ini, Jalan Slamet Riyadi jadi lumpuh. Kendaraan yang melintas mencari alternatif jalan lain, untuk menghindari lokasi demo.
Sekitar pukul 21.48 WIB, massa dipukul mundur oleh polisi yang juga menembakkan gas air mata ke arah massa.
Unjuk rasa sebelumnya digelar di Mako Brimob Solo. Setelah itu massa yang terdiri dari ojol dan warga itu berpindah ke Bundaran Gladak Solo.
Salah satu kelompok yang menggelar aksi adalah Driver ojek online (ojol) Solo Raya menggelar aksi di depan Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo. Aksi tersebut menindaklanjuti tewasnya driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas rantis Brimob di Jakarta.
"Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan-kawan kami yang ada di Jakarta, yang nyambung dengan apa namanya demo yang ada di Jakarta dan kawan kami menjadi korban," kata Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, Djoko Saryanto, dihubungi detikJateng, Jumat (29/8).
(afn/sip)