Aksi demonstrasi mahasiswa dan ojek online di Kota Semarang masih berlangsung. Massa menolak mundur meski dihujani gas air mata dan ditembak water canon.
Pantauan detikJateng sekitar pukul 17.40 WIB, massa sudah dipukul mundur dari Mapolda Jateng hingga ke sekitar Kantor Gubernur Jateng, Kecamatan Semarang Selatan.
Mereka berkumpul melawan polisi yang menggunakan pelindung dan mobil rantis. Sekitar pukul 17.50 WIB WIB, massa memilih duduk di depan polisi sekitar sepuluh menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak selang lama polisi meluncurkan aba-aba hendak melempar gas air mata sehingga massa terpaksa mundur. Beberapa massa yang hendak ditangkap berhasil melarikan diri.
Tampak ada satu orang yang ditandu oleh tenaga medis dan dibawa keluar dari Kantor Perhutani di samping Kantor Gubernur, menuju ambulans.
Sekitar pukul 18.00 WIB, massa masih berkumpul di sekitar Kantor Gubernur Jateng. Polisi tetap menembakkan gas air mata berulang kali.
Beberapa massa juga ada yang memilih pulang dan mencari tempat aman. Sementara beberapa massa lainnya masih berusaha melawan polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan keprihatinan atas kejadian yang menewaskan driver ojol Affan Kurniawan.
"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara kita driver ojol, hal ini menjadi evaluasi untuk tidak terulang," kata Artanto dalam keterangan tertulisnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian. Ia juga meminta seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas.
"Komitmen memberi perlindungan kepada pengemudi ojek online dalam aktivitas mencari nafkah, Polisi menjamin keamanan dan memberikan fasilitas bagi yang akan menyampaikan aspirasi aksi demo," tuturnya.
(aku/apu)