Miris, Bayi Merah Ditemukan Tewas di Parit Jalan Solo-Semarang Boyolali

Miris, Bayi Merah Ditemukan Tewas di Parit Jalan Solo-Semarang Boyolali

Jarmaji - detikJateng
Senin, 05 Des 2022 15:41 WIB
Polisi mengecek kondisi TKP penemuan mayat bayi di Banyudono, Boyolali, Senin (5/12/2022).
Polisi mengecek kondisi TKP penemuan mayat bayi di Banyudono, Boyolali, Senin (5/12/2022). (Foto: Jarmaji/detikJateng)
Boyolali -

Sesosok mayat bayi ditemukan di selokan saluran irigasi pinggir Jalan Raya Solo-Semarang di Boyolali. Polisi menduga bayi itu dibuang tak lama setelah dilahirkan.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan pukul 11.40 WIB tadi. Bayi itu pertama kali ditemukan sejumlah pekerja teknisi jaringan internet.

"Tadi pas berjalan melihat (lokasi untuk pasang tiang kabel jaringan internet), dari arah timur. Terus melihat kayak boneka tapi kok dikerumuni lalat. Saya pastikan ada jasad bayi, terus saya lapor ke Polsek (Banyudono)," kata seorang teknisi jaringan bernama Satria kepada detikJateng di lokasi kejadian, Senin (5/12/2022).


Lokasi penemuan bayi tersebut di parit saluran irigasi pinggir Jalan Raya Solo-Semarang, wilayah Desa/Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Tempat penemuan di utara jalan, beberapa ratus meter di sebelah barat Mapolsek Banyudono.

Menurut Satria, bayi itu ditemukan dalam posisi miring di parit yang teraliri air. Kondisinya sudah meninggal dunia dan berlumuran darah.

"Masih ada darah-darahnya," jelas dia.

Petugas Polsek Banyudono yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas Polres Boyolali juga segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.

Penemuan bayi itu pun menjadi perhatian warga sekitar dan pengguna Jalan Raya Semarang-Solo. Petugas memasang garis polisi untuk melakukan olah TKP.

Kapolsek Banyudono AKP M Luqman Efendi mengatakan saat ditemukan kondisi bayi sudah meninggal dunia. Namun di tubuhnya masih berlumuran darah dan tali pusar sudah terpotong.

"Menurut keterangan dari petugas medis, memang bayi itu belum lama dilahirkan. Kemungkinan sekitar waktu subuh tadi atau sekitar pukul 05.00 WIB," kata Luqman di lokasi kejadian.

Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan darah di rerumputan bahu jalan raya ini. Selain itu juga di guardrail atau pagar pengaman jalan.

Luqman menyebut kemungkinan bayi tersebut tidak dilahirkan di lokasi penemuan. Hal ini karena darah yang ditemukan di rerumputan itu hanya sedikit.

"Kemungkinan besar bayi itu tidak dilahirkan di tempat ini, karena darahnya tidak terlalu banyak. Kemungkinan (ibu bayi) turun dari sepeda motor, darahnya keluar, terus buang bayi ke selokan itu," imbuh dia.

Jasad bayi perempuan itu kemudian dibawa petugas ke Rumah Sakit UNS Solo untuk diautopsi. Kasus itu kini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuang bayi tersebut.

"Kita akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembuang bayi ini," tegasnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ams)