Sorot Balik

Kisah Keluarga Pemalang Simpan Mayat Putrinya karena Percaya Bisa Hidup Lagi

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 07 Nov 2022 09:25 WIB
Foto: dok. Polsek Moga. Jasad bocah perempuan di Pemalang yang diawetkan akhirnya dikuburkan, Minggu (9/1/2022)
Solo -

Di awal tahun lalu ada kisah keluarga yang membuat gempar warga Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, keluarga yang merupakan warga Dusun Sukatapa, Desa Plakaran, itu nekat menyimpan jasad keluarganya yang sudah meninggal di dalam rumahnya.

Bahkan, mayat tersebut diketahui sudah meninggal sejak 2,5 bulan sebelumnya. Begini kisah misterius keluarga tersebut.

Simpan Jasad Adik

Keluarga yang berperilaku misterius itu adalah P dan suaminya R, serta seorang kakak laki-laki P. Setahun lalu, keluarga ini menyimpan jasad adik laki-laki P. Perilaku aneh ini terbongkar oleh warga yang mencium bau busuk dari dalam rumah keluarga itu.

Warga yang curiga lalu mendatangi rumah tersebut dan berhasil membongkar kejadian itu. Camat Moga, Umroni waktu itu menyampaikan mayat adik P sempat disimpan dalam rumah selama sekitar sepekan. Setelah ketahuan, warga setempat mendesak keluarga itu memakamkan jenazah tersebut.

Peristiwa Terulang

Penyimpangan jasad keluarga kembali terulang. Selanjutnya adalah giliran jasad anak P yakni SAR. Tetapi, berbeda dengan kejadian pertama di mana warga mencium bau busuk. Kejadian yang kedua ini, tidak ada bau busuk. Padahal, jasad SAR itu diperkirakan sudah meninggal 2,5 bulan sebelumnya.

Meski begitu, warga menaruh curiga pada keluarga tersebut. Hal ini lantaran, SAR yang sebelumnya dikabarkan sakit tidak pernah lagi keluar rumah.

"Hanya (warga) curiga atas apa yang menimpa anak yang dikabarkan lama sakit itu, tidak (pernah) tampak seperti biasanya," ujar Umroni, kepada detikcom di kediamannya, Selasa (11/1).

"Belakangan diketahui orang tuanya (SAR) mengikuti keyakinan tertentu yang membolehkan jenazah anaknya disimpan di rumahnya, dengan pemahaman anaknya masih hidup dan ada pihak tertentu yang bisa membangunkan atau menghidupkan kembali," ucap Umroni.

Kapolres Pemalang kala itu, AKBP Ari Wibowo, mengungkap hasil pemeriksaan medis jasad SAR. Pemeriksaan itu dilakukan sebelum jasad SAR akhirnya dimakamkan Minggu (10/1) malam.

"Sebelum dimakamkan, korban dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas. Hasilnya, dinyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Ari Wibowo, kepada detikcom di ruang kerjanya, Rabu (12/1).

SAR Mengidap TB

Ari juga mengungkap tim medis Puskesmas Moga menyimpan rekam medis SAR semasa hidup. Diketahui SAR sempat memeriksakan diri ke Puskesmas sebelumnya.

Dari hasil pemeriksaan itu diketahui SAR selama ini mengidap sakit TB (Tuberkolusis) paru. Pihak Puskesmas setempat mencatat SAR sakit sejak enam bulan lalu. Sedangkan dari hasil pemeriksaan jasad SAR, gadis remaja itu diduga meninggal 2,5 bulan yang lalu.

Selengkapnya baca di halaman berikutnya...




(apl/sip)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork