Belasan mobil ambulans dan puluhan kru mendatangi SPBU di Jalan Pedan-Karangdowo, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten tadi sore. Mereka mendatangi SPBU karena ada ambulans yang sempat tak dilayani saat ingin membeli Pertalite.
"Ambulans tadi dialesi habis adanya Pertamax, mau dikoordinasikan dengan manejemen tapi kan tidak bisa karena pasiennya darurat pasti terburu-buru, karena lama ditinggal. Sementara kalau bahasanya habis, kok masih melayani motor, bahkan motor yang tangki besar sampai 15 liter, sedangkan ambulans paling cuma Rp 100 ribu kok tidak bisa, nah itu yang jadi awal masalah, " kata ketua Sedulur Ambulans Klaten, M Husni Thamrin kepada wartawan di lokasi, Sabtu (19/9/2026) sore.
Ambulans yang hendak membeli Pertalite itu disebut tengah membawa pasien emergensi ke Solo. Ambulans itu tak dilayani padahal ada kendaraan lain yang mendapat pelayanan untuk membeli Pertalite.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka kita minta informasi dan memberikan saran kepada SPBU dimana pun, terutama yang disini atau di tempat lain untuk ambulans diberikan kelancaran mengisi BBM, kita tidak ingin mendengar ada alasan untuk ambulans habis sementara untuk non ambulans dilayani" sambung Husni.
Menurut Husni ada 25 unit yang datang dari rencana 125 unit yang akan datang ke lokasi dan berkeliling. Sebab kejadian semacam itu bukan hanya di satu titik.
"Bukan hanya di satu titik. Dan disepakati oleh menejemen nanti untuk ambulans akan mendapatkan prioritas," kata Husni.
Supervisor SPBU Troketon, Aisyah Nur Khasanah menjelaskan yang terjadi sebenarnya hanya kesalahpahaman karena driver ambulans terburu-buru. Ia menyebut peristiwa dipicu adanya mesin yang rusak.
Mobil ambulans berjajar di SPBU Troketon, Pedan, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
"Tangki pendam mobil dan motor itu beda tadi terjadi trouble. Tapi dari depan itu diberitahunya habis, tadi baru maintenance dan tadi saya mau menjelaskan tapi masnya terburu-buru, kami juga memohon maaf," katanya.
Kapolsek Pedan AKP Nyoto menerangkan yang terjadi hanya mis komunikasi antara operator SPBU dan para kru ambulans. Masalah sudah diselesaikan dengan mediasi.
"Kami langsung ke lokasi, memediasi dan permasalahannya langsung selesai, tidak ada hal yang mengkhawatirkan," katanya kepada detikJateng.
Pantauan detikJateng, belasan ambulans diparkir di area SPBU. Sisanya di tepi jalan dan kru berkumpul di pintu masuk sebagian melakukan mediasi.
Aparat kepolisian dari Polsek Pedan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat padat. Kasat Intelkam Polresta Klaten Kompol Danang Eko Purwanto juga di lokasi.

