Heboh Baliho Bergambar Celdam dan Bra Berujung Protes di Pekalongan

Round-Up

Heboh Baliho Bergambar Celdam dan Bra Berujung Protes di Pekalongan

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 01 Nov 2022 07:30 WIB
Baliho deterjen Sayang di Pekalongan tuai protes
Baliho deterjen 'Sayang' di Pekalongan tuai protes. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Seorang legislator di DPRD Pekalongan, Candra Saputra mengaku mendapatkan banyak aduan dari masyarakat. Menurutnya, banyak warga mengeluhkan keberadaan sebuah baliho di daerah itu.

Pasalnya, materi yang ada di papan iklan itu dianggap tidak patut. Sebab, ada gambar celana dalam hingga bra di baliho yang berukuran cukup besar itu.

"Iya saya dalam beberapa hari ini menerima aduan warga dan pengguna jalan. Mereka bingung, harus mengadu ke siapa, karena gambar besar yang risih itu. Akhirnya mengadu ke kami selaku wakil rakyat," kata Candra pada detikJateng, Senin (31/10).


Berikut ini fakta-fakta seputar baliho tersebut.

Baliho Bergambar Iklan Detergen

Berdasarkan pantauan detikJateng, papan iklan itu berada tengah median di Jalur Pantura Wiradesa, Pekalongan.

Baliho itu memuat iklan sebuah produk detergen dengan merek Sayang.

Selain foto produk, gambar iklan itu juga memuat beberapa pakaian yang sedang dijemur, beberapa di antaranya adalah celana dalam dan bra.

Gambar Dianggap Tidak Mendidik

Menurut Candra, gambar pakaian dalam di baliho tersebut dianggapnya kurang pantas berada di tempat tersebut. Apalagi, selama ini Pekalongan dianggap sebagai Kota Santri.

"Saya cek juga ternyata gambarnya memang kurang pantas. Iklan itu tidak mendidik, malah bisa-bisa membuat konsentrasi di jalan ambyar," jelasnya.

"Kita berharap, Pemkab melalui dinas terkait dan Satpol PP memberi sanksi dan mencopot iklan tersebut dan menegur penyedia iklan dan vendor yang menyewa iklan tersebut," jelasnya menambahkan.

Baliho di Jalan Nasional

Baliho berukuran besar tersebut berada di jalan besar yang berlokasi di Jalur Pantura. Ternyata, status jalan tersebut merupakan pengelolaan Provinsi Jawa Tengah.

"Baliho di lokasi itu, ranahnya milik provinsi. Retribusi juga masuk pemprov," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto.

Pihaknya berjanji untuk melakukan koordinasi, baik dengan Satpol PP maupun Pemprov Jateng sebagai pengelola jalan.

Baliho Belum Berizin

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto mengaku sudah berkoordinasi terkait keberadaan baliho itu.

Dia memastikan bahwa baliho tersebut belum memiliki izin.

"Sudah saya lihat, itu belum berizin," kata Edi kepada detikJateng, Senin (31/10/2022).



Simak Video "Satu Orang Terluka Akibat Baliho Roboh di Sidoarjo"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/apl)