Seribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Pilkades Semarang

Seribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Pilkades Semarang

Ria Aldila Putri - detikJateng
Rabu, 26 Okt 2022 17:33 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: Ria Aldila Putri/detikJateng.
Kabupaten Semarang -

Sebanyak 1.511 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan gelaran pilkades serentak di Kabupaten Semarang pada 30 Oktober 2022 mendatang. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI hingga anggota Perlindungan masyarakat (Linmas).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, ribuan personel gabungan itu untuk mengantisipasi adanya gesekan saat perhelatan Pilkades berlangsung. Apalagi pemilihan kepala akan dilakukan di 181 TPS yang tersebar di 24 desa.

"Hampir seluruh wilayah Kabupaten Semarang melaksanakan kegiatan Pilkades kali ini, meliputi yang ada di 14 Kecamatan dengan jumlah pemilih 83.135 orang serta peserta calon kepala desa 71 orang" ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/10/2022).


Ia meminta seluruh personel untuk melakukan pengamanan dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergitas antar satuan yang bertugas demi lancarnya Pilkades serentak.

"Walaupun sudah sering melakukan pengamanan, tapi jangan pernah meremehkan keadaan yang dapat mengurangi kewaspadaan. Sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh masyarakat Kabupaten Semarang betul- betul terwujud," tegasnya.

Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Yovan menyebut, ada 707 anggota Polri yang diterjunkan. Sementara dari unsur TNI ada 202 personel dan 602 orang dari linmas yang ikut bergabung.

"Selain bersinergi dengan jajaran TNI Kodim 0714/Salatiga dan Linmas Kabupaten Semarang, Polres Semarang akan mendapatkan bantuan back up dari polres tetangga, dari Polres Kendal, Salatiga dan Boyolalali. Kami juga mendapat tambahan dari Brimob Polda Jateng," sebut Yovan.

Yovan berharap, pelaksanaan pilkades berjalan dengan lancar dan kondusif. Ia meminta masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

"Kami berharap agar pesta demokrasi di Kabupaten Semarang dapat berjalan aman dan kondusif, karena perbedaan pandangan jangan menjadi suatu hal yang menimbulkan perselisihan," tandasnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)