Susul Niluh Djelantik, Tokoh Puri Anom Tabanan Mundur dari NasDem

Susul Niluh Djelantik, Tokoh Puri Anom Tabanan Mundur dari NasDem

Tim detikBali - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 15:48 WIB
Anak Agung Ngurah Panji Astika (Istimewa)
Foto: Tokoh Puri Anom Tabanan Anak Agung Ngurah Panji Astika (Istimewa)
Solo -

Setelah Niluh Djelantik, tokoh Puri Anom Tabanan Anak Agung Ngurah Panji Astika juga memutuskan mundur dari Partai NasDem. Keputusan Panji Astika ini menyusul dideklarasikannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres NasDem.

"Ya, sudah resmi. Saya sudah kirim surat (pengunduran diri) ke DPW," ujar Panji Astika seperti dikutip dari detikBali, Rabu (5/10/2022).

Panji Astika merupakan tokoh asal Bali kedua yang mundur setelah Niluh Djelantik. Panji Astika mulanya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW NasDem Bali.

Panti Astika mengakui ada perbedaan politik usai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.


"Sudah tidak cocok. Daripada nanti di dalam tidak cocok, lebih baik saya keluar," imbuh pria yang juga mantan calon bupati Tabanan ini.

Dia mengatakan pilihannya mundur dari NasDem dipahami oleh rekan maupun koleganya di NasDem Bali.

"Mereka memahami pilihan saya itu dan menghormatinya. Saya bilang, karena kemarin saya masuknya baik-baik, ya saya keluarnya juga baik-baik," sambung Panji Astika.

Panji Astika mengaku masih pilih-pilih partai sebelum kembali ke dunia politik.

"Tujuan saya berpolitik kan untuk mengabdi ke masyarakat. Kalau di politik belum ada yang partai pas, saya bisa mengabdi di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan," ujarnya.

DPW NasDem Bali Terima Surat Pengunduran Diri Panji Astika

Sekretaris DPW Partai NasDem Bali I Nyoman Winatha membenarkan pengunduran diri Panji Astika tersebut.

"Mungkin karena perbedaan itulah, karena keputusan DPP dukung Anies Baswedan (sebagai capres), beliau mundur," terang Winatha.

Meski begitu, Winatha mengingatkan instruksi Ketua DPW NasDem Bali Julie Sutrisno Laiskodat kepada seluruh kader untuk menghormati dan mengamankan keputusan DPP yang telah mendeklarasikan Anies sebagai capres. Hal ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari hasil rapat kerja nasional (Rakernas) pada Juni 2022 lalu.

"Kami sudah informasikan kepada seluruh kader. Yang tidak sejalan dengan keputusan itu, kami hormati juga sebagai sebuah keputusan politik (pribadi). Dalam politik perbedaan itu pasti ada," terang dia.



Simak Video "Survei SMRC: Efek Usung Anies, Suara NasDem di Indonesia Timur Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/apl)