MUI Jateng Sepakat Fatwa Haram Permainan Capit Boneka

MUI Jateng Sepakat Fatwa Haram Permainan Capit Boneka

Afzal Nur Iman - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 15:50 WIB
Permainan capit boneka di Kabupaten Purworejo, Kamis (22/9/2022).
Permainan capit boneka di Kabupaten Purworejo, Kamis (22/9/2022). (Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng)
Semarang -

Ketua Majelis Ulama Jawa Tengah (MUI Jateng), KH Ahmad Darodji sepakat dengan fatwa haram permainan capit boneka atau claw machine. Dia berharap orang tua bisa membimbing anaknya untuk menghindari permainan tersebut.

"Kalau itu kita juga sama karena kasusnya itu judi jadi tetap hukumnya sama jadi yang kita pakai hukum judi, jadi (permainan capit boneka) itu haram," kata Ahmad Darodji, saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Darodji menyebut MUI Jateng belum ada rencana untuk melakukan sosialisasi terhadap fatwa tersebut. Namun ia berpesan kepada masyarakat agar membimbing anaknya.


"Ya kita mohonkan pada masyarakat agar bisa membimbing putranya tidak terlibat pada permainan itu karena permainan itu hanya sekedar sampul, kamuflase ditutupi dengan permainan," kata dia.

Menurutnya, judi apapun bentuknya bisa berbahaya bagi kepribadian seseorang. Siapa pun yang terbiasa berjudi dinilai akan menggantungkan nasibnya dengan untung-untungan.

"Judi itu kan merusak masa depan nanti anak-anak kita menjadi pemalas, mereka jadi suka untung-untungan saja, mereka ingin cepat kaya dengan cara itu, padahal tidak ada orang judi jadi kaya, justru jadi semakin melarat," jelasnya.

Sebelumnya, MUI Purworejo secara resmi mengumumkan fatwa haram terhadap permainan capit boneka. Meski diwarnai perdebatan, akhirnya disepakati bila permainan capit boneka memiliki unsur judi.

"MUI menyikapi dan terjadi komunikasi di dalam MUI selama sekitar satu minggu," kata Ketua Fatwa MUI Purworejo, Yusuf Rosyadi saat dihubungi detikJateng, Selasa (4/10).

"Kita itu kan di dalam MUI kan ada unsur NU unsur Muhammadiyah kita ketemukan semua beberapa unsur itu dan pertimbangan-pertimbangan," sambungnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/apl)