BPBD Rembang Ungkap 4 Wilayah Rawan Bencana, Ada Sluke dan Pancur

BPBD Rembang Ungkap 4 Wilayah Rawan Bencana, Ada Sluke dan Pancur

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 14:20 WIB
Petugas melakukan persiapan kegiatan Kemah Jambore Relawan Penanggulangan Bencana di Kompleks Wisata Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Rembang, Selasa (4/10/2022).
Petugas melakukan persiapan kegiatan Kemah Jambore Relawan Penanggulangan Bencana di Kompleks Wisata Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Rembang, Selasa (4/10/2022). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, memetakan titik rawan terjadi bencana alam. Disebutkan empat wilayah di Rembang rawan bencana tanah longsor dan banjir.

Kepala BPBD Rembang Sri Jarwati mengungkapkan bencana alam yang sering terjadi di Rembang pada saat musim hujan adalah tanah longsor dan banjir. Untuk bencana tanah longsor, Jarwati menuturkan, wilayah yang rawan terjadi ada di daerah perbukitan Kecamatan Sluke dan Pancur. Sedangkan bencana banjir daerah yang kerap dilanda yaitu di Kecamatan Kaliori dan Sumber.

"Kalau longsor itu memang di daerah perbukitan Sluke dan Pancur, itu memang rawan longsor. Kalau banjir wilayah Sumber dan Kaliori," kata Jarwati saat ditemui detikJateng, Selasa (4/10/2022).


Namun terkait bencana banjir yang pernah terjadi sebelumnya pada awal tahun ini, kata Jarwati, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Seperti kerja bakti pembersihan sungai. Dari upaya itu Jarwati berharap akan mampu mengurangi jumlah desa yang terdampak, seandainya nanti kembali terjadi banjir.

"Tapi kemarin kan setelah kejadian banjir itu kan kita sudah ada kerja bakti pembersihan sungai, nah itu mudah-mudahan bisa mengurangi jumlah desa yang terdampak banjir seperti tahun kemarin. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk sudah mempersiapkan diri lah, untuk hati-hati terkait jelang musim penghujan ini," jelasnya.

Jarwati mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mewaspadai segala kemungkinan bencana alam yang bakal terjadi di Kabupaten Rembang selama memasuki musim hujan.

Menurut prediksi BMKG, puncak musim hujan di Kabupaten Rembang terjadi pada rentang Januari sampai dengan Februari 2023.

"Ini kan memasuki musim penghujan ya dan direncanakan menurut prediksi BMKG puncaknya adalah untuk Rembang itu Januari-Februari," ujarnya.

Disinggung soal kesiapan logistik serta peralatan penanggulangan bencana alam, Jarwati menyebut seluruhnya sudah siap dan aman. Termasuk alokasi anggaran dana untuk kebencanaan, Jarwati juga mengatakan sudah siap, hanya saja tidak menyebut nominalnya.

"Kesiapan logistik aman semua, karena kita juga bekerja sama dengan CSR (Corporate Social Responsibility), kalau terjadi apa-apa. Jadi kalau bencana itu kan menjadi tanggung jawab bersama. Semua aman, peralatan sudah aman semua. Dari Provinsi juga mendukung peralatan. Jadi kalau terjadi sesuatu di suatu daerah itu sesama BPBD saling membantu. Relawan diterjunkan, kita bersama-sama. Untuk anggaran tak terduga, peralatan, logistik sudah stay semua," Jarwati menegaskan.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...