Momen Semobil Ganjar-Jokowi Jadi Sorotan, Ternyata Bahas Ini

Momen Semobil Ganjar-Jokowi Jadi Sorotan, Ternyata Bahas Ini

Afzal Nur Iman - detikJateng
Selasa, 04 Okt 2022 13:21 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi.
Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi. (Dok. Twitter @ganjarpranowo)
Semarang -

Momen Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo semobil dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja di Batang, Senin (3/10) kemarin, jadi sorotan. Lalu, apa yang dibahas dalam momen tersebut?

"Bahas itu, Batang itu," kata Ganjar di Gedung Gradhika, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (4/10/2022).

Momen semobil itu menjadi sorotan salah satunya karena bertepatan dengan deklarasi pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem. Ganjar mengelak bila dalam pertemuan itu membahas Pilpres 2024.


Di kesempatan lain, dalam sambutannya saat membuka acara Uni Eropa-Central Java Trade and Invesment Dialogue di Gumaya Tower Hotel Semarang, Ganjar juga mengungkap isi percakapannya dengan Jokowi. Percakapan itu muncul karena rasa penasaran Ganjar terkait kehadiran Jokowi dalam agenda Groundbreaking Wavin Manufacturing Indonesia di Batang pada Senin (3/10).

"Presiden kemarin datang ke KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang) hanya demi groundbreaking. Dengan penasaran saya tanya kenapa Bapak datang," kata Ganjar.

"Karena kami mau tunjukkan bahwa Indonesia cukup ramah terhadap investasi dan kepercayaan dunia dari perusahaan-perusahaan multinasional itu betul-betul bisa kita jaga," sambung Ganjar.

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara groundbreaking tersebut, Jokowi mengatakan bila sebuah negara sekali dicap tidak baik untuk investasi, maka tidak akan ada lagi investor yang mau datang. Jika tak ada investasi, kata Jokowi, maka sebuah negara terpaksa harus mengimpor barang dari negara lain.

"Kita patut bersyukur di tengah situasi global dunia yang tidak pasti saat ini, Indonesia masih dipercaya sebagai negara tujuan investasi. Inilah investasi yang terus akan kami kejar," ujar Jokowi, Senin (3/10).

Jokowi menerangkan, dengan makin banyak yang berinvestasi maka pajaknya akan masuk jadi penerimaan negara, cadangan devisa meningkat, dan menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kalau semakin banyak yang berinvestasi ke Indonesia maka tentunya pajaknya akan masuk dan menjadi penerimaan negara, cadangan devisa meningkat dan bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi kita yang terus naik," terangnya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)