Kata AHY soal Tragedi di Kanjuruhan: Memilukan dan Memalukan

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 20:05 WIB
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Karin-detikcom)
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Karin-detikcom)
Magelang -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, diinvestigasi secara menyeluruh. Kejadian itu membuat 1 Oktober tidak hanya dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila, tetapi menjadi lembar hitam dalam dunia olahraga nasional.

"Kemarin Indonesia berduka, ratusan saudara-saudara kita meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Sungguh merupakan tragedi yang sangat menyakitkan perasaan kita semua sebagai bangsa," kata AHY di hadapan ribuan kader Partai Demokrat dalam sambutan di sela-sela pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Jateng di Grand Artos Hotel Magelang, Senin (3/10/2022).

Dalam kesempatan itu, AHY mengajak para kader untuk mendoakan korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan kelapangan jiwa. Pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada bendahara umum dan jajaran Partai Demokrat di Malang untuk bergandengan tangan menyalurkan bantuan kepada korban dan keluarganya.


"Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk sedikit mengurangi rasa duka dan kehilangan. Doa yang tulus, bantuan yang ikhlas dan ini prinsip dalam berkehidupan hanya dengan itu kita bisa terus berkontribusi dengan baik, tapi kita juga menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang harusnya bertanggung jawab dalam tragedi tersebut," ujarnya.

Dia menyebut peristiwa itu perlu diinvestigasi secara menyeluruh. Apalagi, jumlah korban dalam tragedi itu cukup banyak.

"Satu nyawa hilang, satu nyawa hilang. Satu saja sudah terlalu banyak, apalagi ratusan. Padahal seharusnya itu adalah sebuah ajang yang membawa kegembiraan untuk masyarakat kita. Sekali lagi jumlah korbannya banyak sekali, sulit untuk diterima dengan logika hari ini," katanya.

Peristiwa yang mengakibatkan 125 korban meninggal itu menurutnya akan selalu terekam dalam ingatan masyarakat.

"Menurut saya, 1 Oktober selamanya tidak hanya akan dikenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga menjadi lembar yang hitam, lembar kelam dalam dunia olahraga nasional kita karena tragedi kemarin itu ternyata terburuk nomor dua dalam sejarah persepakbolaan di dunia. Memilukan dan juga tentunya, mohon maaf memalukan," katanya.

Partai Demokrat, kata AHY, menyerukan agar hukum ditegakkan secara adil. Pihaknya tidak ingin tragedi semacam terjadi di tempat lain.

"Cukup lah, sudah lah. Kalau ada kesalahan-kesalahan yang fatal seperti itu jangan kemudian terulang kembali di tempat yang lain. Sekali lagi ini adalah pelajaran yang sangat berharga, tetapi juga sangat menyakitkan untuk Indonesia. Semoga ke depan tidak akan terjadi lagi yang seperti itu," pungkasnya.



Simak Video "AHY Sindir Koalisi Sekadar Gimik Politik: Mudah Rapuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)