Puluhan Sopir Bus Mini Wonogiri Mogok, Ada Apa?

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 11:10 WIB
Puluhan bus mogok operasional di Terminal Ngadirojo, Wonogiri.
Puluhan bus mogok operasional di Terminal Ngadirojo, Wonogiri. Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng.
Wonogiri -

Puluhan sopir mini bus di Kabupaten Wonogiri mogok beroperasi pada pagi hari ini. Mereka menuntut angkutan umum yang tidak laik jalan agar ditindak.

"Tuntutannya (para sopir mini bus) penertiban pelat hitam dan mobil tidak laik jalan," kata salah perwakilan sopir mini bus, Suro, kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Ia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah sopir bus yang melakukan aksi protes. Namun, beradasarkan pantauan detikJateng di Terminal Ngadirojo ada sekitar 45 bus mini yang diparkirkan berjejer di sana. Tuntutan para sopir itu langsung ditanggapi oleh Dinas Perhubungan Wonogiri dan Anggota DPRD Wonogiri.


"Yang jelas itu (penertiban pelat hitam). Untuk kenaikan tarif (bus) masih menunggu keputusan," kata Suro.

Ketua Komisi III DPRD Wonogiri Joko Prayitno mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi keluh kesah para sopir mini bus. Menurutnya, poin utama yang disampaikan para sopir mini bus berkaitan dengan kendaraan tidak laik beroperasi.

"Tadi teman bolo rodo menyampaikan ada beberapa pihak tertentu yang tidak mengindahkan sejumlah aturan seperti tata tertib pajak kendaraan dan KIR. Kami memahami suasana kebatinan teman-teman semua. Ini tadi sudah diskusi untuk menemukan solusi, yang tidak sesuai akan ditindak sesuai SOP," kata Joko.

Puluhan bus mogok operasional di Terminal Ngadirojo, Wonogiri.Puluhan bus mogok operasional di Terminal Ngadirojo, Wonogiri. Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng

Menanggapi hal itu Kepala Dishub Wonogiri Waluyo mengatakan pihaknya akan memberi penegasan berupa teguran tertulis terhadap para pemilik kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan. Waluyo juga menegaskan jika tidak mememuhi syarat sudah dipastikan tidak boleh dioperasionalkan.

"Ini langkah persuasif kami. Kami menyadari dua tahun pendemi ini pergerakan belum maksimal. Saat ini sudah ada pelonggaran barangkali ada kelengkapan adminstrasi (kendaraan) yang belum dicukupi mulai kami tindak dengan jajaran samping," ungkap dia.

Waluyo belum bisa memastikan berapa jumlah kendaraan yang tidak memenuhi standar operasional. Maka dari itu Dishub akan berkoordinasi dengan para pemilik bus. Para kru bus bisa membantu dengan cara malapor secara tertulis atau foto jika mendapati kendaraan tidak layak pakai.

"Dalam penindakan ada tahapannya. Kalau sudah ditegur masih nekat akan kami lalukan langkah selanjutnya dengan aparat samping. Kalau soal kenaikan tarif baru kami kaji," kata Waluyo.

Diketahui, puluhan mini bus yang parkir berjejer di Terminal Ngadirojo merupakan angkutan umum jalur timur (jurusan Wonogiri-Jatisrono, Sidoharjo) dan selatan (jurusan Wonogiri- Baturetno, Tirtomoyo).



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)