Soal Permainan Capit Boneka Haram, PBNU: Tidak Ada Arahan

Soal Permainan Capit Boneka Haram, PBNU: Tidak Ada Arahan

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 17:31 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2022).
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2022). Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng.
Rembang -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengaku tak pernah memberikan arahan terkait fatwa yang mengharamkan permainan capit boneka atau claw machine.

Menurut Gus Yahya sapaan akrab Ketum PBNU, fatwa yang keluar dari hasil sebuah kegiatan batsul masil merupakan hal yang lumrah dilakukan terutama oleh kalangan ulama NU.

"Ya ndak ada (arahan). Semua masing-masing kan, namanya ulama biasa bikin majelis (batsul masail) selalu membahas masalah dan memberikan pandangan," terang Gus Yahya kepada detikJateng, di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2022).


Gus Yahya mengaku belum membaca secara detail ihwal bagaimana fatwa NU Purworejo yang mengharamkan permainan capit boneka.

"(Fatwa) Itu kan hasil bahtsul masail mereka ya. Saya belum melihat," kata Gus Yaya.

Untuk diketahui, Ketum PBNU Gus Yahya hadir untuk membuka acara silaturahmi PBNU bersama PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah. Dalam acara itu hadir sejumlah pimpinan tinggi PBNU seperti Musytasar KH Ahmad Mustofa Bisri, Rais Aam KH Miftachul Akhiyar, Katim Aam KH Said Asrori, Sekjen KH Syaifullah Yusuf, dan KH Ulil Abshar Abdalla.

Sebelumnya diberitakan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo menyatakan hukum permainan capit boneka atau claw machine haram karena mengandung unsur perjudian. Permainan capit boneka ini belakangan mulai menjamur di berbagai wilayah di Purworejo.

Anggota Tim Perumus Masalah KH Romli Hasan mengatakan, permainan capit ini sangat diminati anak-anak karena memang merekalah pangsa pasarnya. Dengan modal Rp 1.000 untuk menukarkan satu koin, jarang sekali yang mendapatkan hadiah. Meski begitu, banyak anak yang ketagihan dengan permainan tersebut.

"Hukum permainan capit boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram," ujar KH Romli Hasan.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/sip)