Kata Ketum PBNU soal Fatwa Haram Permainan Capit Boneka di Purworejo

Kata Ketum PBNU soal Fatwa Haram Permainan Capit Boneka di Purworejo

Mukhamad Fadlil - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 14:59 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2022).
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Rembang (Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng)
Rembang -

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo menyatakan hukum permainan capit boneka atau claw machine haram karena mengandung unsur perjudian. Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut fatwa itu merupakan hasil bahtsul masail PCNU Purworejo.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengaku belum membaca detail fatwa NU Purworejo soal permainan capit boneka haram.

"(Fatwa) Itu kan hasil bahtsul masail mereka ya. Saya belum melihat," kata Gus Yahya kepada detikJateng, di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (29/9/2022).

Gus Yahya menyebut pihaknya tidak memberikan arahan khusus soal adanya fatwa haram permainan capit boneka itu. Meski begitu, dia menyebut fatwa PCNU Purworejo itu bukan hal yang khusus.


"Ya ndak ada (arahan). Semua masing-masing kan, namanya ulama biasa bikin majelis selalu membahas masalah dan memberikan pandangan," terangnya.

Untuk diketahui, Gus Yahya hadir untuk membuka acara silaturahmi PBNU bersama PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah. Dalam acara itu hadir sejumlah pimpinan tinggi PBNU seperti Musytasar KH Ahmad Mustofa Bisri, Rais Aam KH Miftachul Akhiyar, Katib Aam KH Said Asrori, Sekjen KH Syaifullah Yusuf, dan KH Ulil Abshar Abdalla.

Sebelumnya diberitakan, fatwa haram permainan capit boneka itu karena mengandung unsur judi. Permainan capit boneka atau claw machine ini belakangan mulai menjamur di berbagai wilayah di Purworejo.

Anggota Tim Perumus Masalah KH Romli Hasan mengatakan, permainan capit ini sangat diminati anak-anak karena memang merekalah pangsa pasarnya. Dengan modal Rp 1.000 untuk menukarkan satu koin, jarang sekali yang mendapatkan hadiah. Meski begitu, banyak anak yang ketagihan dengan permainan tersebut.

"Hukum permainan capit boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram," ujar KH Romli Hasan.

Karena diharamkan, PCNU Purworejo berharap orang tua atau wali harus melarang anaknya untuk tidak mengikuti permainan tersebut. Untuk diketahui, bertindak sebagai musahih dalam kesempatan pembahasan kali ini KH Abdul Hadi, KH Mas'udi Yusuf, K Muhsin dan KH Asnawi. Aktif sebagai perumus pada pembahasan ini KH Romli Hasan, KH Muhammad Ayub. K Mahsun Afandi, K Hanifuddin dan K Asnawi MA.



Simak Video "PBNU Pastikan Kehadiran Jokowi di R20 dan Peringatan Satu Abad NU"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/dil)