Heboh Soleh Solihun Kena Pungli di Samsat Jaksel, Pelaku Diberhentikan

Heboh Soleh Solihun Kena Pungli di Samsat Jaksel, Pelaku Diberhentikan

Tim detikNews - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 14:46 WIB
Ilustrasi pungli
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian/detikcom
Solo -

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menegaskan pungli tidak dibenarkan dalam pelayanan di Samsat. Pernyataan tersebut berkaitan dengan kasus pungutan liar (pungli) yang menimpa komika Soleh Solihun saat mengurus cek fisik kendaraan di Samsat Jakarta Selatan.

"Jadi tidak dibenarkan ada pungutan liar yang dilakukan oknum petugas Samsat. Polda Metro Jaya tidak membenarkan itu," kata Kombes Endra Zulpan saat dihubungi, Kamis (29/9/2022), dikutip dari detikNews.

"Kita melakukan penerapan pelayanan sesuai mekanisme dengan percepatan kepada wajib pajak. Kemudian di situ di tiap loket sudah tertera jumlah angka dan biaya pembayaran yang harus dibayarkan oleh pemohon," imbuh Zulpan.


Menurut Zulpan, informasi yang tertera itu bisa menjadi acuan warga dalam mengurus pelayanan di Samsat. "Itu sebagai guidance-nya masyarakat, jangan terkecoh," ujar dia.

"Percayakan pada petugas yang ada di loket-loket Samsat, sehingga masyarakat tahu dengan benar berapa harga yang harus dibayar, apakah dia terdaftar kendaraan baru atau balik nama atau mutasi," jelas Zulpan.

Zulpan mengatakan, pimpinan Ditlantas Polda Metro Jaya akan memberikan penindakan secara tegas kepada anggota yang terbukti melakukan pungli.

Soleh Solihun Kena Pungli

Diberitakan sebelumnya, komika Soleh Solihun menjadi korban pungli saat melakukan cek fisik kendaraan di Samsat Jakarta Selatan yang berada di Polda Metro Jaya. Soleh mengaku tidak mengetahui cek fisik kendaraan warga gratis.

"Saya nggak tahu (cek fisik gratis). Saya ngetwit kemarin itu tadinya emang mau berbagi info soal ngurus perpanjangan STNK 5 tahunan. Makanya saya tulis bayar Rp 30 ribu," kata Soleh saat dihubungi detikcom, Rabu (28/9), dikutip dari detikNews.

Cuitan Soleh pun viral di media sosial. Banyak warganet yang lalu menyoroti biaya Rp 30 ribu yang dibayar Soleh kepada petugas seusai melakukan cek fisik.

"(Cuitan di Twitter) Bukan mau mengkritik atau apa. Itu karena saya pikir emang biayanya Rp 30 ribu. Setelah ditwit saya baru tahu bahwa itu gratis," jelas Soleh.

Sementara itu, Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono mengatakan pelaku pungli inisial AS saat ini telah diberhentikan dari Samsat Jakarta Selatan. Pelaku AS pun bukan seorang polisi.

"Kita sudah komitmen dari awal tidak ada pungli sesuai perintah pimpinan saat cek fisik di Polda. Kemarin itu karyawan bantuan bukan polisi. Karyawan bantuan itu tugasnya membantu anggota untuk menggesek," kata Mulyono.



Simak Video "Curhat Soleh Solihun Kena Pungli saat Perpanjang STNK"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)