Jembatan Mojo-Jurug Diperbaiki, Jembatan Sesek Bermunculan di Solo-Sukoharjo

Jembatan Mojo-Jurug Diperbaiki, Jembatan Sesek Bermunculan di Solo-Sukoharjo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 10:55 WIB
Sejumlah warga tengah membangun jembatan sesek penghubung Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (29/9/2022).
Sejumlah warga tengah membangun jembatan sesek penghubung Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (29/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Jembatan Mojo dan Jurug B yang menghubungkan Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo ditutup karena sedang diperbaiki. Kini bermunculan jembatan sesek berbahan bambu yang dibuat warga sebagai 'jalur alternatif' bagi pemotor dan pejalan kaki.

Terbaru, jembatan sesek tengah dibuat oleh warga, yang akan menghubungkan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Dari pantauan detikJateng, Kamis (29/9/2022), sejumlah warga tampak mengerjakan jembatan sesek itu. Terlihat dua orang berada di Bengawan Solo untuk membuat jembatan tersebut.


Pengerjaan jembatan sesek itu sudah hampir selesai. Warga nampak tinggal membuat pengaman jembatan.

Menurut salah satu pengelola, Supriadi (58) warga Desa Gadingan, jembatan sesek itu memiliki panjang sekira 80 meter dan lebar 150 centimeter.

"Sudah mulai dibuat sejak hari Senin kemarin. Dikerjakan sampai malam terus. Hari Sabtu besok sudah siap dilewati," kata Supriadi.

Pembuatan jembatan sesek itu menggunakan uang swadaya warga Desa Gadingan dan Kelurahan Sangkrah. Modal yang dibutuhkan untuk membuat jembatan itu sekira Rp 20 juta.

Membutuhkan ratusan batang bambu dan 50 drum untuk membuat jembatan sesek ini.

"Kalau arusnya tinggi, nanti jembatannya bisa naik, karena ada drum plastiknya. Kalau dulu tidak bisa, karena modelnya tanam," jelasnya.

Sejumlah warga tengah membangun jembatan sesek penghubung Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (29/9/2022).Sejumlah warga tengah membangun jembatan sesek penghubung Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (29/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Menurutnya, pembuatan jembatan sesek ini seiring ditutupnya Jembatan Mojo dan Jurug B.

"Biasanya pada lewat Jembatan Mojo. Tapi sekarang kasihan, banyak yang kerja dan sekolah. Yang di (jembatan sesek) Beton banyak yang menyeberang, lalu kami punya inisiatif untuk memecah kepadatan," ujarnya.

Rencananya, masyarakat yang melintas akan dikenakan biaya Rp 2 ribu sekali lewat. Uang itu untuk upah pekerja dan biaya perawatan jembatan.

"Nanti akan banyak yang jaga, membantu orang menyeberang. Untuk keamanan, kami siapkan ban dan pelampung," imbuhnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Sofia Wuriana mengatakan jembatan sesek tidak direkomendasikan sebagai jalur alternatif. Pihaknya meminta masyarakat menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan seperti lewat Jembatan Bacem atau Jembatan Jurug C.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...