Menyingkap Ramalan Nostradamus soal Kematian Ratu Elizabeth II

Internasional

Menyingkap Ramalan Nostradamus soal Kematian Ratu Elizabeth II

Tim detikINET - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 07:59 WIB
Nostradamus
Nostradamus. (Foto: Live Science)
Solo -

Peramal asal Perancis, Nostradamus, belakangan ramai dibicarakan usai kematian Ratu Elizabeth II. Seperti apa ramalannya terkait mangkatnya Ratu Elizabeth II?

Puisi Nostradamus

Dikutip dari detikINET, ramalan kematian Ratu Elizabeth oleh Nostradamus itu tidak secara gamblang, tapi merupakan interpretasi seorang pengamat Nostradamus bernama Mario Reading, yang pada tahun 2005 mempublikasikan buku Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future.

Buku itu mencoba mengartikan puisi Nostradamus sebagai ramalan masa depan. Salah satu puisi Nostradamus menurut buku itu, seperti dikutip detikINET dari Fox News, diartikan bahwa 'Ratu Elizabeth II akan meninggal, di 22, pada umur sekitar 96 tahun'.


Buku Nostradamus Viral hingga Jadi Best Seller

Karena ramalannya dinilai jitu, buku itu pun jadi viral. Seminggu sebelum kematian Ratu Elizabeth II, penjualannya hanya 5 eksemplar.

Namun setelah wafatnya sang ratu, sekitar 8.000 eksemplar ludes di Inggris sehingga jadi best seller.
Tentang Buku Puisi Nostradamus

Seperti disebutkan, bukunya yang berjudul LesPropheties, terbit pada 1555 yang berisi semacam puisi, dianggap sebagai ramalan masa depan. Karena berupa puisi, tentu karya Nostradamus itu bisa diartikan macam-macam.

"Nostradamus menulis dalam bahasa Perancis tengah, menggunakan kata yang samar, metafora dan referensi usang. Ada lusinan terjemahan dari bukunya, dengan banyak variasi. Variasi luas interpretasi ini membuat ramalannya terwujud, karena jika satu terjemahan tidak mendukung suatu bukti sejarah, bukti lainnya bisa cocok," tulis Live Science yang dikutip detikINET.

Seringkali mereka yang meneliti Nostradamus tidak sepakat apa yang sebenarnya ingin dikatakannya. Peter Lemesurier selaku penulis Nostradamus, Bibliomancer: The Man, the Myth, the Truth menyatakan Nostradamus hanyalah sosok yang percaya bahwa sejarah akan berulang, sehingga memproyeksikan peristiwa masa silam ke masa depan.

"Beberapa yang menulis tentang ramalannya tidak pernah melihat teks aslinya. Maka ramalan semacam itu dicocokkannya ke event tertentu atau bahkan mengubah kejadiannya sendiri agar cocok dengan kata-katanya," cetusnya.

Di sisi lain, jika Nostradamus misalnya akurat meramal Perang Dunia II, tentu orang sudah tahu kejadian itu akan muncul jauh sebelumnya. Tapi biasanya kejadiannya muncul, baru kata-kata Nostradamus dicocokkan.

"Tapi akurat ataupun tidak, bagi seorang pria yang hidup ratusan tahun silam, karya Nostradamus tidak ada tanda-tanda turun popularitasnya," tulis Live Science.

Ramalan soal Charles dan Pangeran Harry

Masih ada lagi prediksi di buku itu mengenai Kerajaan Inggris, yaitu terkait Raja Charles III yang diramal turun takhta.

Namun uniknya, pengganti Charles diramalkan adalah Pangeran Harry, bukan Pangeran William yang saat ini putra mahkota. Terlebih Harry bisa dikatakan sudah tidak aktif di kerajaan Inggris.

Simak lebih lengkap di halaman berikutnya...



Simak Video "Sederet Warisan dari Ratu Elizabeth II untuk Raja Charles III"
[Gambas:Video 20detik]