Ramalan Nostradamus: Charles Turun Takhta, Penggantinya Pangeran Harry

Internasional

Ramalan Nostradamus: Charles Turun Takhta, Penggantinya Pangeran Harry

Tim detikINET - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 09:42 WIB
Nostradamus
Nostradamus. (Foto: Live Science)
Solo -

Usai disebut meramalkan kematian Ratu Elizabeth II, buku yang berisi arti dari puisi Nostradamus viral dan jadi best seller. Di dalamnya ternyata ada sejumlah ramalan lain di antaranya soal Charles III yang disebut akan turun takhta.

"Itu karena ada kemarahan kepadanya dari sebagian warga Inggris, terkait perceraian dengan Putri Diana," tulis Reading, seperti dilansir detikINET, Kamis (29/9/2022).

Namun uniknya, yang diramal menggantikan Charles adalah bukan Pangeran William yang saat ini putra mahkota melainkan Pangeran Harry. Hal ini di luar bayangan karena bahkan Harry bisa dikatakan sudah tidak aktif di kerajaan Inggris.


Ramalan oleh Nostradamus itu tidak secara gamblang, tapi merupakan interpretasi seorang pengamat Nostradamus bernama Mario Reading, yang pada tahun 2005 mempublikasikan buku Nostradamus: The Complete Prophecies for the Future.

Nostradamus disebut telah meramal banyak hal dan sebagian terwujud. Sebut saja revolusi Perancis, pendaratan manusia di bulan, pengeboman Hiroshima sampai perang dunia. Juga ada ramalan tentang perubahan iklim, teknologi kecerdasan buatan, perang dahsyat dan lainnya.

Namun tentu saja ramalan Nostradamus dan kebenarannya tidak bisa ditelan mentah-mentah, terutama dari sisi sains. Apalagi tulisan Nostradamus tidak secara terang meramal sesuatu, harus diinterpretasikan. Bagaimana penjelasannya sehingga ramalannya tampak sangat akurat?

Belakangan buku ini viral dan ludes terjual karena pengartian puisi Nostradamus sebagai ramalan masa depan dinilai tepat. Terutama soal kematian Ratu Elizabeth II.

Salah satu puisi Nostradamus menurut buku itu, seperti dikutip detikINET dari Fox News, diartikan bahwa 'Ratu Elizabeth II akan meninggal, di 22, pada umur sekitar 96 tahun'

Karena dinilai tepat ramalannya, buku itu pun jadi viral. Seminggu sebelum kematian Ratu Elizabeth II, penjualannya hanya 5 eksemplar. Tapi setelah wafatnya sang ratu, sekitar 8.000 eksemplar ludes di Inggris sehingga jadi best seller.



Simak Video "Raja Charles III Akan Diberi Mahkota pada 6 Mei 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)